UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Pembelajaran seni tari tidak diterapkan secara intrakurikuler di SMAN 2 Pacitan, namun siswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap seni tradisi, khususnya tari. Oleh karena itu, ekstrakurikuler tari menjadi wadah yang diminati siswa berbakat. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu sekali dan menerapkan metode tutor sebaya dalam proses pembelajaran. Metode ini dianggap lebih efektif dan efisien karena siswa cenderung lebih cepat memahami dan menghafal gerakan ketika dijelaskan oleh teman sebayanya. Selain itu, metode ini juga mempererat hubungan sosial antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan N 2 Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tutor sebaya mendukung peningkatan keterampilan siswa dalam aspek teknik, bentuk, dan hafalan gerak tari. Siswa yang mengalami kesulitan pun menunjukkan motivasi belajar yang meningkat melalui bantuan teman sebaya. Dengan demikian, metode tutor sebaya dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran ekstrakurikuler tari di sekolah.

Ekstrakurikuler tari di SMAN 2 Pacitan dilaksanakan secara terstruktur dengan metode tutor sebaya yang efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa.Kegiatan ini terbagi ke dalam tiga tahapan.Metode tutor sebaya mampu meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar siswa, terutama bagi yang mengalami kesulitan.Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antar siswa efektif dalam pembelajaran seni tari, namun perlu dikembangkan secara kuantitatif dan inklusif untuk memperluas dampaknya.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas metode tutor sebaya secara kuantitatif dengan membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan. Selain itu, perlu dilakukan analisis perkembangan siswa berkebutuhan khusus dalam mengikuti ekstrakurikuler tari untuk mengevaluasi inklusivitas metode ini. Riset juga dapat mengembangkan perbandingan model ekstrakurikuler tari di berbagai sekolah untuk mengevaluasi dampaknya terhadap pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa.

  1. Penerapan Scaffolding untuk meningkatkan Keterampilan Peserta Didik pada Pembelajaran Seni Tari di Kelas... journal3.um.ac.id/index.php/ppg/article/view/5095Penerapan Scaffolding untuk meningkatkan Keterampilan Peserta Didik pada Pembelajaran Seni Tari di Kelas journal3 um ac index php ppg article view 5095
  2. Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMA Negeri 1 Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau | Abstrak... doi.org/10.62383/abstrak.v1i5.269Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari di SMA Negeri 1 Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Abstrak doi 10 62383 abstrak v1i5 269
  3. Gerakan Siswa Mengajar (GSM) Implementasi Metode Tutor Sebaya Di SMP N 1 Mejayan Kabupaten Madiun | Kurikula... doi.org/10.56997/kurikula.v6i1.541Gerakan Siswa Mengajar GSM Implementasi Metode Tutor Sebaya Di SMP N 1 Mejayan Kabupaten Madiun Kurikula doi 10 56997 kurikula v6i1 541
  4. Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Bahasa Arab Kelas X... doi.org/10.17977/um064v2i72022p1005-1019Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Bahasa Arab Kelas X doi 10 17977 um064v2i72022p1005 1019
  5. Implementasi Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari melalui Metode Tutor Sebaya di SMA | Journal of Language... doi.org/10.17977/um064v5i72025p763-775Implementasi Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari melalui Metode Tutor Sebaya di SMA Journal of Language doi 10 17977 um064v5i72025p763 775
Read online
File size476.68 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test