STAIN KEPRISTAIN KEPRI
PERADAPERADAKitab Talim al-Mutaallim yang dikarang oleh Shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisi adab atau etika belajar dan mengajar antara guru dan murid. Kitab ini sangat terkenal di Nusantara, khususnya Indonesia, karena banyak dipelajari di pondok pesantren, baik klasik maupun modern hingga kini. Shaykh al-Zarnuji banyak menggunakan hadis Nabi SAW sebagai sumber utama dan argumen dalam kitab ini, termasuk hadis Daif dan Mawdu. Masalahnya, kitab ini mengandung banyak hadis Daif dan Mawdu yang menjadi referensi dan panduan amal harian umat Islam. Penelitian ini penting untuk memahami aturan beramal dengan hadis Daif dan Mawdu di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hadis Daif dan Mawdu yang terdapat dalam kitab Talim al-Mutaallim sebagai sumber hukum. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif melalui pendekatan kepustakaan dan analisis konten terhadap kitab Talim al-Mutaallim. Berdasarkan analisis terhadap 40 hadis dalam kitab ini, hanya 30% yang dapat digunakan dalam Fadail al-Amal jika memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan para ulama. Oleh karena itu, analisis tematik ini penting dilakukan untuk memastikan persentase hadis Daif dan Mawdu dalam kitab ini dan memastikan bahwa hadis Daif hanya dapat dipraktikkan dalam konteks Fadail al-Amal.
Kitab Talim al-Mutaallim yang dikarang oleh Shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisi adab atau etika belajar dan mengajar antara guru dan murid.Kitab ini sangat terkenal di Nusantara, khususnya Indonesia, karena banyak dipelajari di pondok pesantren, baik klasik maupun modern hingga kini.Shaykh al-Zarnuji banyak menggunakan hadis Nabi SAW sebagai sumber utama dan argumen dalam kitab ini, termasuk hadis Daif dan Mawdu.Masalahnya, kitab ini mengandung banyak hadis Daif dan Mawdu yang menjadi referensi dan panduan amal harian umat Islam.Penelitian ini penting untuk memahami aturan beramal dengan hadis Daif dan Mawdu di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hadis Daif dan Mawdu yang terdapat dalam kitab Talim al-Mutaallim sebagai sumber hukum.Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif melalui pendekatan kepustakaan dan analisis konten terhadap kitab Talim al-Mutaallim.Berdasarkan analisis terhadap 40 hadis dalam kitab ini, hanya 30% yang dapat digunakan dalam Fadail al-Amal jika memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan para ulama.Oleh karena itu, analisis tematik ini penting dilakukan untuk memastikan persentase hadis Daif dan Mawdu dalam kitab ini dan memastikan bahwa hadis Daif hanya dapat dipraktikkan dalam konteks Fadail al-Amal.Shaykh al-Zarnuji, melalui kitab Talim al-Mutaallim, menyajikan banyak hadis Nabi SAW, termasuk yang Daif dan Mawdu, sebagai panduan etika belajar-mengajar, yang hingga kini masih digunakan di pesantren Nusantara.Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana para ulama Nusantara, khususnya di pesantren-pesantren Indonesia, memahami dan mengajarkan hadis Daif dan Mawdu dalam praktik keagamaan sehari-hari, apakah mereka mengikuti syarat-syarat klasik dalam Fadail al-Amal atau justru mengabaikannya.Selain itu, perlu dikembangkan studi komparatif antara kitab Talim al-Mutaallim dengan teks-teks serupa dari tradisi Melayu-Islam yang juga memuat hadis Daif, untuk melihat pola penerimaan dan penyesuaian hadis lemah dalam konteks lokal.Terakhir, penelitian ini juga bisa diperluas dengan membangun database digital hadis Daif dan Mawdu yang terdapat dalam kitab-kitab klasik Nusantara, lengkap dengan penilaian isnadnya berdasarkan kaidah ilmu hadis modern, agar dapat dijadikan acuan ilmiah bagi para guru dan pengajar agama dalam memilah dan menyampaikan hadis kepada santri tanpa menyesatkan.Meskipun sebagian besar hadis dalam kitab ini tidak memenuhi kriteria sahih, penggunaannya masih dapat dipertahankan secara hati-hati dalam konteks motivasi spiritual dan amalan sunnah, selama tidak bertentangan dengan al-Quran dan hadis sahih, serta tidak dijadikan dasar hukum akidah atau fikih.Kitab Talim al-Mutaallim yang dikarang oleh Shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisi adab atau etika belajar dan mengajar antara guru dan murid.Kitab ini sangat terkenal di Nusantara, khususnya Indonesia, karena banyak dipelajari di pondok pesantren, baik klasik maupun modern hingga kini.Shaykh al-Zarnuji banyak menggunakan hadis Nabi SAW sebagai sumber utama dan argumen dalam kitab ini, termasuk hadis Daif dan Mawdu.Masalahnya, kitab ini mengandung banyak hadis Daif dan Mawdu yang menjadi referensi dan panduan amal harian umat Islam.Penelitian ini penting untuk memahami aturan beramal dengan hadis Daif dan Mawdu di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hadis Daif dan Mawdu yang terdapat dalam kitab Talim al-Mutaallim sebagai sumber hukum.Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif melalui pendekatan kepustakaan dan analisis konten terhadap kitab Talim al-Mutaallim.Berdasarkan analisis terhadap 40 hadis dalam kitab ini, hanya 30% yang dapat digunakan dalam Fadail al-Amal jika memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan para ulama.Oleh karena itu, analisis tematik ini penting dilakukan untuk memastikan persentase hadis Daif dan Mawdu dalam kitab ini dan memastikan bahwa hadis Daif hanya dapat dipraktikkan dalam konteks Fadail al-Amal.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana para ulama Nusantara, khususnya di pesantren-pesantren Indonesia, memahami dan mengajarkan hadis Daif dan Mawdu dalam praktik keagamaan sehari-hari, apakah mereka mengikuti syarat-syarat klasik dalam Fadail al-Amal atau justru mengabaikannya. Selain itu, perlu dikembangkan studi komparatif antara kitab Talim al-Mutaallim dengan teks-teks serupa dari tradisi Melayu-Islam yang juga memuat hadis Daif, untuk melihat pola penerimaan dan penyesuaian hadis lemah dalam konteks lokal. Terakhir, penelitian ini juga bisa diperluas dengan membangun database digital hadis Daif dan Mawdu yang terdapat dalam kitab-kitab klasik Nusantara, lengkap dengan penilaian isnadnya berdasarkan kaidah ilmu hadis modern, agar dapat dijadikan acuan ilmiah bagi para guru dan pengajar agama dalam memilah dan menyampaikan hadis kepada santri tanpa menyesatkan.
| File size | 1.45 MB |
| Pages | 13 |
| Short Link | https://juris.id/p-1Jc |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam serta gambaran yang komprehensif tentang moderasi beragama dan tingkat kerukunan umat beragamaPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam serta gambaran yang komprehensif tentang moderasi beragama dan tingkat kerukunan umat beragama
ASSALAMASSALAM Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 2 Aceh Tengah menerapkan strategi multidimensional dalam menanamkan nilai moderasi melalui desain kurikulum, keteladananHasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 2 Aceh Tengah menerapkan strategi multidimensional dalam menanamkan nilai moderasi melalui desain kurikulum, keteladanan
UIN MATARAMUIN MATARAM Ketiga makna tersebut mengandung filosofi bahwa alam tidak akan berjalan tanpa hubungan antara manusia dan alam, hubungan antara manusia dengan manusiaKetiga makna tersebut mengandung filosofi bahwa alam tidak akan berjalan tanpa hubungan antara manusia dan alam, hubungan antara manusia dengan manusia
UIN MATARAMUIN MATARAM Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Islam menjadi fondasi yang kuat dalam membangun hubungan sosial yang harmonis antara komunitas Bugis dan Sasak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Islam menjadi fondasi yang kuat dalam membangun hubungan sosial yang harmonis antara komunitas Bugis dan Sasak.
UIN MATARAMUIN MATARAM 2) Sang hakim (dalam hal ini, Tuhan) harus tetap di atas dan di luar kepentingan sempit para peserta. 3) Klaim setiap pesaing bahwa ia memiliki hubungan2) Sang hakim (dalam hal ini, Tuhan) harus tetap di atas dan di luar kepentingan sempit para peserta. 3) Klaim setiap pesaing bahwa ia memiliki hubungan
OJSOJS Penerapan PBL dengan TARL memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika bagi siswa kelas 5 SD. Penerapan model ProblemPenerapan PBL dengan TARL memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika bagi siswa kelas 5 SD. Penerapan model Problem
OJSOJS Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap komponen-komponen pembelajaran menjadi kunci dalam merancang proses pembelajaran yang efektif dan bermakna.Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap komponen-komponen pembelajaran menjadi kunci dalam merancang proses pembelajaran yang efektif dan bermakna.
OJSOJS Limbah tersebut mengalami proses pembusukan dan menghasilkan gas yang bersifat beracun bagi tubuh manusia. Kajian literatur ini bertujuan untuk membahasLimbah tersebut mengalami proses pembusukan dan menghasilkan gas yang bersifat beracun bagi tubuh manusia. Kajian literatur ini bertujuan untuk membahas
Useful /
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi implementasi metode Tarsana dalam pemberantasan buta huruf arab (al-Quran) pada siswa sekolah dasar diPenelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi implementasi metode Tarsana dalam pemberantasan buta huruf arab (al-Quran) pada siswa sekolah dasar di
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Meskipun pola berfikirnya dianggap kontroversi, namun tetap mencoba untuk merumuskan konsepnya sendiri. Menurutnya, produktivitas umat Islam mandul diMeskipun pola berfikirnya dianggap kontroversi, namun tetap mencoba untuk merumuskan konsepnya sendiri. Menurutnya, produktivitas umat Islam mandul di
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Kepatuhan syariah ini bersifat dinamis baik dari sisi substansi, struktur maupun kultur. Transformasi hukum Islam dalam hukum perbankan syariah, sebagaimanaKepatuhan syariah ini bersifat dinamis baik dari sisi substansi, struktur maupun kultur. Transformasi hukum Islam dalam hukum perbankan syariah, sebagaimana
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Hasil kajian menunjukkan bahwa memuat hukum rajam bagi pezina muh}s}an dalam Qanun Hukum Jina>yat tidaklah bertentangan dengan nas} hadis, dan ini telahHasil kajian menunjukkan bahwa memuat hukum rajam bagi pezina muh}s}an dalam Qanun Hukum Jina>yat tidaklah bertentangan dengan nas} hadis, dan ini telah