IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA

JUMAT: Jurnal MatematikaJUMAT: Jurnal Matematika

Metode konvensional yang masih dominan dalam pembelajaran matematika membuat siswa cenderung pasif, mudah merasa jenuh, dan sulit dalam mengerti konsep-konsep yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan pendekatan Deep Learning yang didasarkan pada Smart TV untuk meningkatkan student engagement dalam pembelajaran matematika. Dalam penelitian ini, istilah Deep Learning merujuk pada pendekatan pembelajaran (Deep Learning Approach) dan bukan pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif di SMP Negeri 4 Rejang Lebong antara bulan Mei dan Juni 2026. Subjek penelitian terdiri dari 1 guru matematika serta 26 siswa kelas VIII B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan teknik pengurangan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Deep Learning yang berbasis Smart TV berhasil meningkatkan student engagement siswa di tingkat perilaku, emosional, dan kognitif. Siswa menunjukkan keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, memahami konsep-konsep matematika, serta mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari dengan bantuan media visual, video, animasi, dan kegiatan pembelajaran yang kontekstual. Dengan demikian, pendekatan Deep Learning yang berbasis Smart TV dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan pengalaman belajar matematika yang lebih bermakna.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2026 di kelas VIII B SMP Negeri 4 Rejang Lebong, dapat disimpulkan bahwa penerapan Deep Learning Approach berbasis Smart TV mampu meningkatkan student engagement siswa dalam pembelajaran matematika.Peningkatan tersebut terlihat pada tiga dimensi student engagement, yaitu behavioral engagement, emotional engagement, dan cognitive engagement.Pada dimensi behavioral engagement, siswa menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran melalui kegiatan mengamati, bertanya, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusi.Pada dimensi emotional engagement, siswa menunjukkan antusiasme, motivasi belajar, serta rasa percaya diri yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung.Sementara itu, pada dimensi cognitive engagement, siswa mampu memahami konsep matematika secara lebih mendalam, menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Smart TV tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi menjadi lebih efektif ketika dipadukan dengan Deep Learning Approach yang berpusat pada siswa.Integrasi antara pendekatan pembelajaran dan teknologi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna sehingga mendorong keterlibatan siswa secara optimal selama proses pembelajaran matematika.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Smart TV dengan menerapkan Deep Learning Approach secara konsisten agar pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Guru juga diharapkan terus mengembangkan media pembelajaran digital yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, aktif berdiskusi, serta menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Pihak sekolah dapat mempertimbangkan hasil penelitian ini dalam meningkatkan pemanfaatan fasilitas teknologi yang telah tersedia melalui penyediaan pelatihan bagi guru mengenai penerapan Deep Learning Approach dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi secara efektif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melibatkan lebih banyak subjek dan sekolah, serta menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif atau mixed methods untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Penelitian selanjutnya juga dapat mengkaji pengaruh Deep Learning Approach berbasis Smart TV terhadap variabel lain seperti hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, maupun literasi matematika siswa.

  1. KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR POS CABANG PASANGKAYU 91571 | PubBis : Jurnal Pemikiran dan Penelitian... doi.org/10.35722/PUBBIS.V4I2.278KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR POS CABANG PASANGKAYU 91571 PubBis Jurnal Pemikiran dan Penelitian doi 10 35722 PUBBIS V4I2 278
  2. Analisis Sistem Antrean Dalam Optimalisasi Pelayanan Kasir Hotway’s Chicken Di Solo | EKOMA : Jurnal... al-haramjournal.co.id/index.php/EKOMA/article/view/11741Analisis Sistem Antrean Dalam Optimalisasi Pelayanan Kasir HotwayAos Chicken Di Solo EKOMA Jurnal al haramjournal index php EKOMA article view 11741
  3. Peran Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat | Edukasi IPS.... doi.org/10.21009/EIPS.009.1.06Peran Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Edukasi IPS doi 10 21009 EIPS 009 1 06
  4. Waktu dan Ekonomi | Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi. ekonomi dimensia jurnal kajian sosiologi article... doi.org/10.21831/DIMENSIA.V14I2.81486Waktu dan Ekonomi Dimensia Jurnal Kajian Sosiologi ekonomi dimensia jurnal kajian sosiologi article doi 10 21831 DIMENSIA V14I2 81486
Read online
File size458.9 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test