UNMUNM

IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada MasyarakatIPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Kesehatan mental remaja menjadi isu penting dalam pendidikan karena berpengaruh terhadap kemampuan adaptasi, relasi sosial, dan keberhasilan akademik siswa. Guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam membantu siswa mengembangkan resiliensi sebagai kemampuan untuk menghadapi tekanan dan tantangan kehidupan secara adaptif. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk mengembangkan kompetensi resiliensi guru BK dalam layanan kesehatan mental siswa berbasis resiliensi melalui forum Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Makassar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui workshop yang mencakup diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi pengalaman layanan. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi resiliensi guru BK setelah mengikuti workshop, dengan skor pre-test kategori sedang meningkat menjadi kategori tinggi pada post-test.

Kegiatan pengabdian melalui workshop penguatan resiliensi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa di sekolah.Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi resiliensi guru BK dari kategori sedang pada pre-test menjadi kategori tinggi pada post-test.Workshop yang partisipatif dan kolaboratif memberikan ruang bagi peserta untuk merefleksikan pengalaman profesional, berdiskusi mengenai permasalahan nyata di sekolah, dan membangun solusi bersama.Peningkatan kompetensi resiliensi diharapkan berdampak pada kualitas layanan bimbingan dan konseling yang lebih preventif, suportif, dan kontekstual, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung kesejahteraan psikologis siswa.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak jangka panjang dari peningkatan kompetensi resiliensi guru BK terhadap kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah, serta dampak langsungnya pada kesejahteraan psikologis siswa. 2. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih terintegrasi antara guru BK dan tim profesional lainnya di sekolah untuk memperkuat layanan kesehatan mental siswa secara komprehensif. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi layanan resiliensi di sekolah, termasuk dukungan institusi, sumber daya, dan kolaborasi antarprofesi, untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program.

Read online
File size407.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test