UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi IslamJurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan inklusif di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai upaya mewujudkan akses informasi yang setara bagi seluruh pemustaka, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya perpustakaan sebagai institusi informasi yang tidak hanya menyediakan koleksi, tetapi juga menjamin aksesibilitas dan pelayanan yang ramah bagi semua pengguna. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pustakawan dan pemustaka, serta dokumentasi fasilitas layanan inklusif yang tersedia di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung aksesibilitas, seperti ramp dan koleksi braille, serta didukung oleh peran pustakawan yang aktif dalam memberikan pendampingan kepada pemustaka. Pemanfaatan layanan inklusif lebih banyak terlihat pada penggunaan fasilitas akses fisik dibandingkan koleksi braille. Selain itu, masih ditemukan beberapa kendala, terutama pada aspek layanan digital yang belum sepenuhnya ramah bagi pemustaka disabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan layanan inklusif tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga oleh kualitas pelayanan pustakawan, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan perpustakaan dalam menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, pengembangan layanan inklusif secara berkelanjutan menjadi penting untuk mewujudkan perpustakaan yang terbuka, adaptif, dan aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat.

Layanan inklusif di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto menunjukkan bahwa konsep inklusivitas tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup bagaimana perpustakaan membangun akses informasi yang setara bagi seluruh pemustaka.Fasilitas seperti ramp dan koleksi braille menjadi bentuk awal penerapan aksesibilitas, sedangkan pola pelayanan pustakawan yang aktif dan responsif menunjukkan adanya upaya menciptakan layanan yang lebih ramah bagi pemustaka disabilitas.Keberhasilan layanan inklusif sangat dipengaruhi oleh keterpaduan antara fasilitas, sikap pelayanan, dan kemampuan perpustakaan dalam memahami kebutuhan pengguna.Pengembangan layanan inklusif masih memerlukan perhatian lebih lanjut, khususnya pada aspek layanan digital dan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia.Perpustakaan perlu terus beradaptasi terhadap kebutuhan pemustaka melalui dukungan fasilitas, kesiapan pustakawan, pemanfaatan teknologi, dan evaluasi layanan secara terus-menerus agar mampu menjadi ruang informasi yang benar-benar dapat diakses oleh seluruh lapisan pengguna.

Perpustakaan perlu mengembangkan layanan digital yang ramah disabilitas, seperti menyediakan fitur aksesibilitas di situs web dan aplikasi perpustakaan agar pemustaka dapat mengakses informasi tanpa hambatan. Selain itu, perlu dilakukan peningkatan koleksi braille dan format media alternatif lainnya sesuai kebutuhan pengguna, terutama untuk pemustaka tunanetra. Terakhir, pelatihan berkelanjutan bagi pustakawan tentang teknologi aksesibilitas dan pendekatan layanan inklusif perlu dilakukan agar mereka mampu memberikan bantuan yang lebih efektif dan responsif kepada pemustaka disabilitas. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperluas akses informasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan inklusivitas dalam lingkungan perpustakaan.

  1. An exploratory study on the impact of social inclusion-based public library transformation program on... e-journal.unair.ac.id/RLJ/article/view/75346An exploratory study on the impact of social inclusion based public library transformation program on e journal unair ac RLJ article view 75346
Read online
File size391.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test