UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi IslamJurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gerakan Gen Z Sehat Mental melalui edukasi aktivitas positif yang dikelola oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tegal, serta mengukur dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis pelajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed-methods) dengan strategi triangulasi sekuensial. Data primer dihimpun melalui kuesioner digital dari 27 responden kader aktif yang mewakili 18 kecamatan serta diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD). Hasil analisis kuantitatif dengan Skala Guttman menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan (engagement rate) kader dalam organisasi berada pada kategori sangat tinggi sebesar 98,15%. Sejalan dengan hal tersebut, analisis Skala Likert menunjukkan indeks kesejahteraan psikologis (psychological well-being) kader masuk dalam klasifikasi tinggi dengan skor rata-rata (mean) 2,69, di mana indikator kebermaknaan hidup dan kebahagiaan harian menjadi penopang terkuat. Analisis kualitatif tematik mengonfirmasi bahwa aktivitas keagamaan rekreatif efektif menjadi ruang dekompresi stres yang inklusif sekaligus menjadi support system sekunder bagi Gen Z. Kesimpulannya, keaktifan berorganisasi berkontribusi signifikan dalam memperkuat resiliensi psikologis remaja dari tekanan akademik. Penelitian ini merekomendasikan pelembagaan program konseling sebaya formal di tingkat pimpinan anak cabang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan kontribusi signifikan antara keaktifan berorganisasi dan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada kader IPNU IPPNU di Kabupaten Tegal.Secara kuantitatif, tingkat partisipasi kader dalam aktivitas organisasi berada pada kategori Sangat Tinggi (98,15%), yang didorong oleh kuatnya fungsi organisasi sebagai ruang aktualisasi diri dan jejaring pergaulan positif.Secara simultan, tingkat kesejahteraan psikologis kader berada pada kategori Tinggi (skor 2,69), di mana kebermaknaan hidup dan perasaan bahagia dalam menjalani aktivitas sehari-hari menjadi indikator terkuat dalam menopang kesehatan mental remaja di tengah tekanan akademik.Hasil triangulasi data kualitatif mengonfirmasi bahwa kegiatan berbasis keagamaan yang rekreatif terbukti efektif menjadi ruang dekompresi stres yang inklusif bagi Generasi Z.

Dalam rangka memperkuat pencegahan masalah kesehatan mental Gen Z, disarankan untuk mengembangkan penelitian lanjutan yang fokus pada integrasi pendidikan kesehatan mental melalui platform media digital seperti TikTok dan Instagram Reels, yang lebih sesuai dengan preferensi generasi muda. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran dukungan sosial keluarga dalam membangun ketahanan psikologis remaja, terutama dalam konteks dinamika keluarga modern. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menggali potensi kegiatan rekreatif berbasis komunitas keagamaan sebagai solusi inovatif untuk mengurangi stres akademik dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pelajar secara berkelanjutan.

Read online
File size195.02 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test