IDID

Jurnal Ilmu Komputer dan InformatikaJurnal Ilmu Komputer dan Informatika

Artificial Intelligence (AI) semakin terintegrasi dalam pengaturan pendidikan, menawarkan manfaat seperti peningkatan efisiensi, personalisasi, dan keterlibatan siswa. Namun, adopsi ini juga menimbulkan kekhawatiran etika yang memerlukan pertimbangan hati-hati. Studi ini menyelidiki perspektif guru dan siswa tentang penggunaan etis AI dalam pendidikan vokasional, menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas dengan Ethical Awareness, Trust, dan Subjective Norms. Desain penelitian kuantitatif didukung oleh wawancara untuk triangulasi. Data dikumpulkan dari 60 siswa dan 5 guru di program Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 2 Salatiga, Indonesia, yang semuanya memiliki pengalaman menggunakan AI sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa Ethical Awareness berpengaruh signifikan terhadap Attitude Toward Use (p = 0.002, t = 3.070), Behavioral Intention (p < 0.001, t = 6.175), dan Perceived Usefulness (p < 0.001, t = 4.330). Perceived Ease of Use ditemukan memiliki efek positif pada Behavioral Intention (p = 0.004, t = 2.913). Trust menunjukkan hubungan yang kuat dengan Actual Use (p < 0.001, t = 3.543) dan Attitude Toward Use (p = 0.009, t = 2.621). Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbachs Alpha di atas 0.70 untuk semua konstruk kunci, dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) melebihi 0.50, menunjukkan konsistensi internal dan validitas yang kuat. Temuan ini menekankan bahwa kesadaran etis dan kepercayaan adalah penentu kritis dalam mendorong adopsi AI dalam pendidikan. Studi ini memberikan wawasan yang dapat diterapkan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pengembang teknologi untuk merancang program pelatihan dan pedoman yang mempertimbangkan pertimbangan etis, sehingga memastikan integrasi AI yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam lingkungan pendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, khususnya di SMK Negeri 2 Salatiga, memiliki dampak signifikan terhadap sikap dan niat pengguna dalam proses pembelajaran.Berdasarkan hasil uji terhadap data siswa, Ethical Awareness berpengaruh positif terhadap Attitude Toward Use, Behavioral Intention dan Perceived Usefulness.Temuan ini membuktikan pentingnya pemahaman etis dalam meningkatkan kualitas pemanfaatan dan penggunaan teknologi AI.Selain itu, variabel Perceived Ease of Use terbukti mempengaruhi Behavioral Intention, menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan AI menjadi faktor yang mendorong niat siswa dalam menggunakannya.Variabel Trust juga memiliki hubungan yang signifikan dengan Actual Use dan Attitude Toward Use, yang membuktikan bahwa penting untuk membangun keyakinan terhadap manfaat teknologi.Dari sisi guru, meskipun terdapat keterbatasan dalam jumlah responden, dapat dihasilkan hubungan positif antara variabel Perceived Usefulness dengan Attitude Toward Use, Behavioral Intention dan Actual Use.Selain itu, Subjective Norms juga berpengaruh dalam membentuk persepsi kegunaan dan sikap terhadap pengguna AI di kalangan guru, menegaskan bahwa dukungan sosial menjadi faktor dalam mengadopsi teknologi.Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemaduan AI dalam bidang pendidikan harus disertai dengan peningkatan pemahaman etika, pembangunan kepercayaan dan pendekatan pembelajaran dengan tujuan untuk mempermudah penggunaan teknologi AI.Dengan begitu, guru dan siswa dapat memanfaatkan teknologi AI secara efektif, bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam mendukung proses pendidikan di era digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara persepsi etika AI di berbagai institusi pendidikan, termasuk sekolah umum dan perguruan tinggi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi perbedaan persepsi etika antara siswa dan guru di berbagai tingkat pendidikan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran etika dalam penggunaan AI. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan etika AI yang dirancang khusus untuk siswa dan guru, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan praktik etis dalam penggunaan AI. Studi ini dapat mengukur perubahan sikap dan perilaku setelah pelatihan, serta menganalisis dampak jangka panjangnya. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis implikasi etika AI dalam konteks global, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya dan nilai-nilai etika di berbagai negara. Studi ini dapat mengeksplorasi tantangan etika yang unik di berbagai wilayah dan menawarkan rekomendasi untuk pengembangan pedoman etika AI yang lebih inklusif dan universal.

  1. The Effect of Computer Self-Efficacy and Subjective Norm on The Perceived Usefulness, Perceived Ease... ibimapublishing.com/articles/JSAR/2020/753259The Effect of Computer Self Efficacy and Subjective Norm on The Perceived Usefulness Perceived Ease ibimapublishing articles JSAR 2020 753259
  2. Pengaruh Perceived Ease Of Use, Kepercayaan dan Literasi Keuangan Terhadap Penggunaan ShopeePay pada... stiealwashliyahsibolga.ac.id/jurnal/index.php/jesya/article/view/1442Pengaruh Perceived Ease Of Use Kepercayaan dan Literasi Keuangan Terhadap Penggunaan ShopeePay pada stiealwashliyahsibolga ac jurnal index php jesya article view 1442
  3. Teachers’ and Students’ Perspectives on the Ethical Use of Artificial Intelligence in Vocational... jiki.jurnal-id.com/index.php/jiki/article/view/281TeachersAo and StudentsAo Perspectives on the Ethical Use of Artificial Intelligence in Vocational jiki jurnal id index php jiki article view 281
Read online
File size425.96 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test