ITKITK

SPECTA Journal of TechnologySPECTA Journal of Technology

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja tidak hanya diterapkan di industri, namun di semua tempat kerja wajib menerapkan Keselamatan dan Keselamatan (K3), salah satunya di pendidikan baik tingkat sekolah maupun perguruan tinggi yang memiliki risiko bahaya tinggi. Penyebab kecelakaan kerja terjadi dikarenakan faktor Unsafe Action mencapai 88% serta 10% Unsafe Condition. Data Health and Safety Executive menyatakan 90% terjadinya kecelakaan disebabkan oleh kesalahan manusia (Human Error). Tujuan penelitian yaitu merancang modul alat latih keselamatan listrik AC yang dapat digunakan sebagai media praktikum bagi mahasiswa. Metode rekayasa dan pengembangan yaitu perancangan alat latih keselamatan pengendalian risiko seperti pemutus arus otomatis, sistem grounding, dan proteksi hubung singkat dan selanjutnya dilakukan penilaian risiko kegagalan menggunakan metode FMEA. Berdasarkan hasil perhitungan RRN didapatkan hasil bahwa 3 potensi kegagalan mendapatkan nilai dengan kategori sedang / kuning yaitu potensi kegagalan tersentuh konduktor MCB yang memiliki nilai 60, koneksi kabel longgar/ tidak terpasang secara sempurna yang memiliki nilai 162, dan kabel Fasa dan netral tertukar yang memiliki nilai 80. Adapun mitigasi yang dapat diterapkan adalah mengganti MCB biasa dengan MCB double poll, pemasangan ELCB, penerapan prosedur kerja yaitu job safety analysis (JSA), penerapan pelatihan dan penggunaan APD berbasi isolator.

Penelitian ini menghasilkan penilaian risiko menggunakan metode FMEA dari penggunaan Adjustable Voltage Current Protector.Berdasarkan hasil perhitungan RRN didapatkan hasil bahwa 3 potensi kegagalan mendapatkan nilai dengan kategori sedang / kuning yaitu potensi kegagalan tersentuh konduktor MCB yang memiliki nilai 60, koneksi kabel longgar/ tidak terpasang secara sempurna yang memiliki nilai 162, dan kabel Fasa dan netral tertukar yang memiliki nilai 80.Adapun mitigasi yang dapat diterapkan adalah mengganti MCB biasa dengan MCB double poll, pemasangan ELCB, penerapan prosedur kerja yaitu job safety analysis (JSA), penerapan pelatihan dan penggunaan APD berbasi isolator.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem pemantauan real-time berbasis IoT untuk meningkatkan keamanan modul pelatihan listrik. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas berbagai jenis alat pelindung diri (APD) dalam mencegah sengatan listrik selama pelatihan. Terakhir, penelitian dapat membandingkan metode FMEA dengan pendekatan lain seperti HAZOP untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam konteks keselamatan listrik. Dengan menggabungkan teknologi modern seperti sensor cerdas dan analisis risiko yang lebih komprehensif, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelatihan keselamatan listrik. Penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan simulasi virtual untuk melatih keterampilan praktis tanpa risiko nyata. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan berbasis modul terhadap penurunan angka kecelakaan di lingkungan kerja. Penelitian lebih lanjut juga bisa menitikberatkan pada pengembangan kurikulum pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien. Peneliti juga dapat mengeksplorasi integrasi data dari berbagai sumber untuk memperbaiki prediksi risiko secara akurat. Terakhir, studi tentang perilaku manusia dalam situasi bahaya dapat memberikan wawasan baru untuk merancang modul pelatihan yang lebih efektif.

  1. ANALISIS RESIKO KECELAKAAN KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN BATU ALAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE... bajangjournal.com/index.php/JCI/article/view/6398ANALISIS RESIKO KECELAKAAN KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN BATU ALAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE bajangjournal index php JCI article view 6398
  2.  . 0 mdpi.com/2076-3417/11/19/9086A 0 mdpi 2076 3417 11 19 9086
Read online
File size428.93 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test