ITKITK

SPECTA Journal of TechnologySPECTA Journal of Technology

Indonesia merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik dan memiliki 129 gunung berapi aktif, termasuk Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera, Maluku Utara. Gunung Ibu yang memiliki ketinggian 1.340 meter di atas permukaan laut telah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak tahun 2008, dengan 2.136 erupsi yang tercatat hingga tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Model Awan Gauss untuk mensimulasikan distribusi abu vulkanik, khususnya PM10, dan memetakan dampak potensial dari erupsi Gunung Ibu sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Data diperoleh dari PVMBG. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa abu vulkanik tersebar ke arah barat laut, dengan konsentrasi maksimum mencapai 2,35 x 10^-188 μg/m³. Antarmuka Pengguna Grafis (GUI) berbasis MATLAB dikembangkan untuk memvisualisasikan distribusi abu. Konsentrasi tertinggi terjadi di sekitar wilayah Talen, dekat sumber erupsi, dan berkurang secara bertahap di area lain seperti Tolofu dan Gam Ici akibat dispersi partikel dan pelarutan. Temuan ini menunjukkan bahwa model yang diusulkan dapat mendukung sistem peringatan dini dan berkontribusi pada upaya mitigasi bencana terkait aktivitas vulkanik.

Penelitian ini berhasil menerapkan Model Awan Gauss untuk mensimulasikan dispersi PM10 dari erupsi Gunung Ibu pada tanggal 2 Juni 2024.Hasil simulasi menunjukkan bahwa awan abu tersebar terutama ke arah barat laut dengan angin bertiup pada arah 115°, sedangkan konsentrasi PM10 yang diprediksi di Desa Pasalulu adalah 2,35 x 10^-188 μg/m³, yang menunjukkan dampak abu yang hampir tidak signifikan di lokasi observasi dalam kondisi simulasi.Model Awan Gauss menawarkan kelebihan dalam kesederhanaan dan efisiensi komputasi, memungkinkan estimasi dan visualisasi cepat dispersi abu vulkanik dengan data input terbatas.Namun, model ini didasarkan pada asumsi keadaan tetap dan tidak mempertimbangkan efek medan yang kompleks, variasi temporal kondisi meteorologi, atau interaksi partikel yang dapat mempengaruhi transportasi abu.Oleh karena itu, studi selanjutnya harus mengintegrasikan data meteorologi real-time, model dispersi atmosfer yang lebih maju, dan lokasi observasi tambahan untuk meningkatkan akurasi prediksi dan mendukung penilaian bahaya abu vulkanik di sekitar Gunung Ibu.

Untuk meningkatkan akurasi prediksi dan mendukung penilaian bahaya abu vulkanik di sekitar Gunung Ibu, studi selanjutnya dapat mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, perlu mengintegrasikan data meteorologi real-time untuk memperhitungkan variasi temporal kondisi atmosfer. Kedua, studi dapat menggunakan model dispersi atmosfer yang lebih maju, seperti model dispersi partikel yang mempertimbangkan interaksi partikel dan efek medan yang kompleks. Ketiga, penelitian dapat memperluas lokasi observasi untuk mencakup area yang lebih luas dan beragam, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang distribusi abu vulkanik. Dengan menggabungkan data meteorologi real-time, model dispersi atmosfer yang lebih maju, dan lokasi observasi tambahan, studi selanjutnya dapat meningkatkan akurasi prediksi dan mendukung upaya mitigasi bencana terkait aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Ibu.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s00445-021-01513-9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s00445 021 01513 9
Read online
File size730.13 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test