ITKITK

SPECTA Journal of TechnologySPECTA Journal of Technology

Asuransi jiwa dwiguna merupakan produk yang memberikan manfaat baik ketika tertanggung meninggal dunia maupun tetap hidup hingga akhir masa kontrak. Penentuan premi untuk produk ini memerlukan model yang mampu menangkap lebih dari satu jenis risiko, sehingga pendekatan multiple decrement menjadi relevan. Penelitian ini bertujuan menghitung premi asuransi jiwa dwiguna dengan mempertimbangkan dua penyebab keluar, yaitu kematian dan ketidakmampuan membayar (lapse), menggunakan data mortalitas Indonesia TMPI 2023, peluang gagal bayar dari laporan OJK 2025, serta skenario sensitivitas suku bunga. Metode penelitian meliputi penyusunan tabel peluang hidup dan peluang aktif membayar, penentuan faktor diskonto berdasarkan model suku bunga deterministik dengan tiga skenario (pesimis, realistis, optimis), serta perhitungan nilai kini manfaat dan premi tahunan untuk dua kasus decrement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa premi sangat dipengaruhi oleh sensitivitas terhadap tingkat bunga. Suku bunga yang lebih rendah menghasilkan premi yang lebih tinggi, sedangkan suku bunga yang lebih tinggi menurunkan premi sesuai prinsip diskonto. Pada Kasus 1 (kematian) dan Kasus 2 (gagal bayar), diperoleh nilai premi yang berbeda karena variasi probabilitas decrement masing-masing risiko. Secara keseluruhan, model multiple decrement terbukti memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi risiko aktual di Indonesia. Penelitian ini juga mengidentifikasi potensi pengembangan dengan memasukkan model suku bunga stokastik serta penambahan jenis decrement lain agar dapat mendukung penetapan premi yang lebih komprehensif bagi industri asuransi.

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan model premi asuransi jiwa dwiguna berbasis multiple decrement mampu menghasilkan estimasi premi yang lebih realistis karena mempertimbangkan dua risiko utama, yakni risiko kematian dan risiko berhenti membayar.Dengan memanfaatkan data TMPI 2023, probabilitas lapse dari OJK 2025, serta tiga skenario suku bunga, terbukti bahwa premi menurun seiring dengan peningkatan tingkat suku bunga pada seluruh skenario.Hal ini konsisten dengan prinsip nilai waktu uang, di mana peningkatan tingkat suku bunga menurunkan nilai kini kewajiban.Suku bunga rendah menyebabkan premi meningkat, sedangkan suku bunga tinggi menurunkan premi akibat efek diskonto.Selain itu, perbandingan antara Kasus 1 (kematian) dan Kasus 2 (gagal bayar) memperlihatkan hasil premi yang berbeda karena perbedaan peluang decrement pada masing-masing kondisi.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengkaji pengaruh model suku bunga stokastik terhadap perhitungan premi asuransi jiwa dwiguna untuk meningkatkan akurasi dalam menghadapi fluktuasi pasar. Kedua, penelitian lebih lanjut perlu mempertimbangkan penambahan jenis decrement lain seperti cacat permanen atau pensiun untuk memperkaya analisis risiko. Ketiga, pengujian model pada data peserta yang lebih luas dan beragam dapat dilakukan untuk memastikan relevansi dan keandalan hasil perhitungan premi. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas penerapan model multiple decrement dalam industri asuransi, sekaligus menjawab keterbatasan penelitian sebelumnya yang hanya fokus pada dua penyebab decrement.

Read online
File size587.57 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test