ITKITK

SPECTA Journal of TechnologySPECTA Journal of Technology

Volatilitas indeks LQ45 di pasar modal Indonesia menjadi tantangan signifikan bagi investor, sehingga dibutuhkan strategi lindung nilai yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kontrak berjangka (futures) indeks LQ45 sebagai instrumen lindung nilai dengan membandingkan dua metode estimasi hedge ratio, yaitu Ordinary Least Squares (OLS) dan Dynamic Conditional Correlation-GARCH (DCC-GARCH). Data return harian indeks LQ45 dan kontrak futures periode 2021–2024 dianalisis melalui pengujian stasioneritas, diagnostik model, serta pemodelan ARMA dan GARCH. Efektivitas hedging diukur dengan membandingkan varians portofolio sebelum dan sesudah lindung nilai serta diuji secara statistik menggunakan uji F dan t. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode mampu mengurangi risiko portofolio, namun model DCC-GARCH lebih unggul karena dapat menyesuaikan hedge ratio terhadap dinamika pasar secara real-time. Selain itu, model ini memenuhi seluruh asumsi statistik dan uji diagnostik yang diperlukan, menunjukkan keandalannya dalam konteks pasar volatil. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan pendekatan dinamis dalam strategi manajemen risiko, serta memberikan kontribusi pada literatur derivatif di Indonesia yang masih terbatas. Penelitian ini juga menawarkan wawasan praktis bagi investor dan regulator dalam mendorong pemanfaatan kontrak derivatif sebagai alat lindung nilai berbasis indeks.

Metode OLS menghasilkan hedge ratio statis sekitar 1,001, menunjukkan 1 kontrak futures LQ45 hampir sepenuhnya menyeimbangkan eksposur indeks.Metode DCC-GARCH menghasilkan hedge ratio dinamis yang bervariasi antara 1,00246–1,00268, menyesuaikan volatilitas dan korelasi pasar secara waktu nyata.Kedua metode sangat efektif dalam mengurangi risiko investasi LQ45, dengan efektivitas hampir 100% dalam mengeliminasi varians return pada periode stabil, sesuai standar PSAK 55.Futures LQ45 terbukti instrumen hedging yang sangat efektif.Uji F dan uji t menunjukkan varians return hedged antara OLS dan DCC-GARCH sama efektif dalam lindung nilai.Namun, DCC-GARCH lebih valid dan realistis karena mempertimbangkan dinamika volatilitas dan korelasi pasar, sementara OLS melanggar asumsi dasar.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penerapan model hedging dinamis seperti DCC-GARCH pada instrumen derivatif lain di pasar modal Indonesia, seperti kontrak berjangka saham individu atau indeks sektoral. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode hedging berbasis model statistik dengan pendekatan berbasis AI untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam kondisi pasar yang sangat volatil. Penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor makroekonomi atau sentimen pasar yang memengaruhi hubungan antara indeks LQ45 dan kontrak futuresnya, serta mengembangkan strategi adaptif yang mampu menangkap perubahan dinamika tersebut secara real-time. Selain itu, penting untuk meneliti dampak regulasi terhadap adopsi derivatif oleh investor ritel, termasuk pengaruh edukasi dan kesadaran risiko terhadap partisipasi mereka dalam pasar derivatif.

Read online
File size651.4 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test