ITKITK

SPECTA Journal of TechnologySPECTA Journal of Technology

Ekonomi gig mengekspos pengemudi taksi daring ke lingkungan kerja yang tidak aman yang ditandai dengan kontrol algoritmik, ketidakpastian pendapatan, dan jam kerja yang panjang, yang menyebabkan stres kerja yang signifikan. Konteks tekanan tinggi ini menimbulkan masalah penelitian yang kritis: bagaimana para pekerja ini mengelola tekanan psikologis untuk mempertahankan kinerja ketika dukungan organisasi formal tidak ada? Cyberloafing, perilaku dengan peran ganda yang diperdebatkan sebagai tindakan kontraproduktif dan alat pemulihan, muncul sebagai strategi koping yang potensial dan diarahkan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi cyberloafing dalam hubungan antara stres kerja dan produktivitas di antara pengemudi taksi daring, yang dibingkai oleh teori Konservasi Sumber Daya (COR). Survei kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan dengan 199 pengemudi, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja memiliki efek positif yang signifikan terhadap cyberloafing (β = 0,29; p ≤ 0,01), yang selanjutnya memiliki efek positif yang signifikan terhadap produktivitas (β = 0,24; p ≤ 0,01). Temuan utama menegaskan bahwa cyberloafing bertindak sebagai mediator penuh, yang menunjukkan bahwa seluruh pengaruh stres terhadap produktivitas disalurkan melalui perilaku ini. Hal ini membingkai ulang cyberloafing bukan sebagai tindakan kontraproduktif, melainkan sebagai mekanisme koping adaptif esensial yang membantu pengemudi memulihkan sumber daya psikologis di bawah tekanan, sehingga mempertahankan produktivitas dalam lingkungan kerja yang menuntut dan otonom.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa cyberloafing secara krusial berfungsi sebagai mediator penuh dalam hubungan antara stres kerja dan produktivitas pengemudi ojek online.Stres kerja terbukti secara signifikan mendorong perilaku cyberloafing, yang mengindikasikan perannya sebagai mekanisme coping utama bagi pengemudi dalam menghadapi tekanan pekerjaan.Menariknya, perilaku cyberloafing ini kemudian terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas.Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh negatif stres tidak berdampak langsung pada kinerja, melainkan disalurkan dan ditransformasikan secara positif melalui jeda digital yang berfungsi sebagai sarana pemulihan sumber daya.Sesuai dengan kerangka Teori Konservasi Sumber Daya (COR), hasil ini memformulasikan ulang cyberloafing khususnya dalam konteks gig economy yang unik dari sekadar perilaku kontraproduktif menjadi sebuah strategi coping adaptif yang esensial.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang cyberloafing melalui desain penelitian longitudinal untuk memahami perubahan dinamisnya. Selain itu, penelitian dengan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif) dapat memperkaya data dengan wawancara mendalam tentang pengalaman pengemudi. Terakhir, eksplorasi variabel moderator seperti kepribadian pengemudi atau jenis aktivitas cyberloafing bisa memberikan wawasan lebih komprehensif tentang faktor yang memengaruhi efektivitas strategi ini dalam mengelola stres dan meningkatkan produktivitas.

  1. Stress and the gig economy: it's not all shifts and giggles. stress gig economy shifts giggles industrial... doi.org/10.2486/indhealth.2021-0217Stress and the gig economy its not all shifts and giggles stress gig economy shifts giggles industrial doi 10 2486 indhealth 2021 0217
Read online
File size666.66 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test