UNSULBARUNSULBAR

BIOMA: Jurnal Biologi dan PembelajarannyaBIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya

Miskonsepsi pada konsep evolusi sering dipengaruhi oleh berbagai faktor internal siswa, seperti minat belajar, intuisi, dan kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prakonsepsi serta faktor-faktor internal yang memengaruhi pemahaman siswa kelas X terhadap teori evolusi (Lamarck, Darwin, Wallace, dan Weismann), serta mengkaji hubungan antara faktor internal dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode mixed-method survey dengan melibatkan 198 siswa kelas X dari enam SMA negeri di Kota Pontianak. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik two-tier dan kuesioner faktor internal, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa terhadap teori evolusi masih rendah, dengan dominasi kategori tidak paham dan miskonsepsi. Pemahaman tertinggi terdapat pada teori Lamarck, sedangkan ketidakpahaman tertinggi pada teori Wallace. Faktor internal yang paling berkontribusi adalah minat, diikuti oleh kemampuan siswa dan penalaran tidak lengkap. Hasil korelasi menunjukkan hubungan yang lemah antara faktor internal dan hasil tes, meskipun beberapa faktor seperti kemampuan siswa, faktor humanistik, dan pola pikir asosiatif menunjukkan hubungan yang signifikan.

Prakonsepsi siswa kelas X terhadap teori evolusi masih tergolong rendah, dengan 48,7% siswa berada pada kategori tidak paham, 31,3% mengalami miskonsepsi, dan hanya 20,1% yang menunjukkan pemahaman konseptual yang benar.Pemahaman tertinggi terdapat pada teori Lamarck (32,7%), sedangkan ketidakpahaman tertinggi ditemukan pada teori Wallace (60,3%), diikuti oleh teori Weismann (54,7%) dan teori Darwin (41,7%).Faktor internal yang mempengaruhi prakonsepsi siswa meliputi minat (25,3%), kemampuan siswa (18,5%), penalaran tidak lengkap (15%), dan kemampuan kognitif (9,8%).Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah hingga lemah (r = 0,056–0,268), namun faktor kemampuan siswa (r = 0,141.p = 0,047), faktor humanistik (r = 0,268.p = 0,000), dan pola pikir asosiatif (r = 0,180.p = 0,011) memiliki hubungan yang signifikan dengan skor tes siswa.Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman awal siswa tentang teori evolusi dipengaruhi oleh berbagai faktor internal.Oleh karena itu, guru perlu mengidentifikasi prakonsepsi dan miskonsepsi siswa sejak awal pembelajaran serta menerapkan strategi pembelajaran yang dapat memperbaiki miskonsepsi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas jumlah sampel dan mengkaji faktor lain yang mungkin berpengaruh agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi pembelajaran yang dapat memperbaiki miskonsepsi siswa, seperti penggunaan visualisasi atau simulasi untuk membantu siswa memahami konsep evolusi yang abstrak. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran pengalaman belajar sebelumnya dan kualitas pembelajaran dalam membentuk prakonsepsi siswa terhadap teori evolusi.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s12052-009-0187-3Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s12052 009 0187 3
  2. 0. home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board... doi.org/10.13189/ujer.2019.0707100 home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board doi 10 13189 ujer 2019 070710
  3. ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI EVOLUSI SUB-BAB ADAPTASI MENGGUNAKAN METODE THREE TIER TEST |... jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/jlpd/article/view/2068ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI EVOLUSI SUB BAB ADAPTASI MENGGUNAKAN METODE THREE TIER TEST jurnal unikastpaulus ac index php jlpd article view 2068
Read online
File size468.37 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test