LP3MZHLP3MZH

BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamBAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model internalisasi nilai-nilai Sembilan Budi Utama pada santri serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Sembilan Budi Utama dilaksanakan melalui model integratif yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren. Model tersebut diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Akidah Akhlak, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, keteladanan guru, serta penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada pembentukan akhlak. Proses internalisasi tidak hanya berlangsung pada aspek kognitif melalui penyampaian materi, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotorik melalui praktik dan pembiasaan yang berkelanjutan. Implikasi penerapan model ini terlihat dari meningkatnya kepatuhan santri terhadap tata tertib sekolah, berkembangnya sikap disiplin, tanggung jawab, kesantunan, dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Sembilan Budi Utama dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan model internalisasi karakter berbasis integrasi kurikulum dan kultur pesantren yang memperkuat sinergi antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan.

Model internalisasi nilai-nilai Sembilan Budi Utama adalah dengan menggabungkan antara kurikulum nasional dan kurikulum pondok pesantren.Pemberian materi pondok pesantren diharapkan kepada para siswa memiliki keserataan antara ilmu umum dan agama.Selain itu, menyampaikan materi akidah akhlaq dengan menyisipkan Sembilan budi utama santri saat pelajaran akidah akhlaq berlangsung, agar santri dapat menjadikan Sembilan budi utama sebagai pedoman dari setiap tutur katanya dan tingkah lakunya.Seperti menunjukan sikap disiplin dengan menunjukan kesediaannya untuk mengerjakan tugas yang diberikan ustad dengan baik, tepat waktu dan sungguh-sungguh, masuk kedalam kelas sebelum pelajaran dimulai.Selain itu taat dan patuh terhadap guru dalam proses belajar mengajar.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara model internalisasi nilai-nilai Sembilan Budi Utama dengan model pendidikan karakter lainnya di lingkungan sekolah dan pesantren. Studi komparatif ini dapat membantu mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing model, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih efektif. Selain itu, penelitian dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang dari model internalisasi nilai-nilai Sembilan Budi Utama terhadap perkembangan karakter santri, termasuk aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan strategi pendidikan karakter yang berkelanjutan dan holistik.

  1. SATLOGI SANTRI SEBAGAI SISTEM NILAI DAN FALSAFAH HIDUP PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO |... doi.org/10.35316/lisanalhal.v15i1.944SATLOGI SANTRI SEBAGAI SISTEM NILAI DAN FALSAFAH HIDUP PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO doi 10 35316 lisanalhal v15i1 944
  2. Satlogi SANTRI Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo: Local Genius Penguat Karakter Bangsa... ejournal.unzah.ac.id/index.php/humanistika/article/view/319Satlogi SANTRI Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo Local Genius Penguat Karakter Bangsa ejournal unzah ac index php humanistika article view 319
  3. Jurnal Pendidikan Karakter. karakter religius mahasiswa program pascasarjana universitas negeri yogyakarta... doi.org/10.21831/jpk.v9i2.26838Jurnal Pendidikan Karakter karakter religius mahasiswa program pascasarjana universitas negeri yogyakarta doi 10 21831 jpk v9i2 26838
Read online
File size536.92 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test