LP3MZHLP3MZH

BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamBAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Jimpitan merupakan salah satu upaya untuk mengadakan modal bagi kegiatan masyarakat seperti iuran sampah, lampu jalan, dan berbagai iuran bersama lainnya. Seiring dengan berkembangnya zaman, beban untuk iuran dalam jumlah besar setiap bulannya dapat diperingan dengan melaksanakan program jimpitan dimana mekanisme dan besaran jumlah iurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari uang dan beras adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat. Sedekah ialah kata yang akrab digunakan dalam sebuah aktivitas sosial. Dalam kehidupan bersedekah perlu dilatih, hal tersebut tercermin pada masyarakat Kaliacar Sumber Watu yang mana tradisi gelas merah yang terdapat di setiap depan rumahnya yang diisi oleh beras dan uang untuk bersedekah sudah melekat dan menjadi sebuah budaya di kalangan masyarakatnya. Pada penelitian ini kami menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data ialah dengan wawancara dan survei lokasi, yakni Desa Kaliacar Sumber Watu. Tradisi masyarakat Kaliacar Sumber Watu sudah terjadi dari semenjak adanya remas, perjalanan budaya tersebut merupakan aset spiritual yang berkaitan dengan suatu latihan dalam kedermawanan.

Jimpitan merupakan salah satu upaya untuk mengadakan modal bagi kegiatan masyarakat dan menjaga masjid seperti iuran sampah, lampu masjid dan berbagai iuran bersama lainnya.Jimpitan juga menunjukkan tradisi masyarakat desa Kaliacar Sumber Watu yang terus menjunjung gotong royong, kebersamaan dan saling tolong menolong.Program pembuatan jimpitan di Dusun Sumber Watu Kaliacar juga dapat berjalan dengan lancar.Dalam kehidupan bermasyarakat, Desa Kaliacar Sumber Watu terkenal dengan masyarakatnya yang sangat kompak.Sehingga ada kebijakan adanya jimpitan (gelas merah) semua masyarakat Kaliacar Sumber Watu sangat menyetujuinya selain melatih untuk bersedekah juga tidak menyulitkan masyarkat Kaliacar Sumber Watu.Maka dari itu tradisi seperti gelas merah di Desa Kaliacar Sumber Watu masih berlanjut sampai saat ini.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi jimpitan di Desa Kaliacar dengan desa-desa lain yang juga memiliki tradisi serupa. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana tradisi ini dapat bertahan dan berkembang di berbagai daerah. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada dampak sosial dan ekonomi dari tradisi jimpitan, seperti bagaimana tradisi ini mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan bagaimana dana yang terkumpul digunakan untuk kepentingan bersama. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran generasi muda dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi jimpitan, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi sarana pendidikan karakter dan kebersamaan di kalangan generasi muda.

Read online
File size465.24 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test