RAYYANJURNALRAYYANJURNAL
AURELIAAURELIAArtikel ini membahas perlindungan hukum terhadap waralaba yang secara normative telah dirumuskan dalam Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, namun dalam praktik penggunaan hak-hak tersebut tidak serta merta memberikan keadilan, hal tersebut tercermin dari bentuk perlindungan dari beberapa putusan terkait waralaba yang berbeda terhadap gugatan yang diajukan. Permasalahan yang diajukan adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum penerima waralaba dalam perjanjian waralaba peraturan perundang-undangan yang berlaku, bagaimana rekonstruksi hukum peraturan yang memberikan perlindungan kepada penerima waralaba dari perspektif teori keadilan, dan bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum dalam perkara-perkara pelanggaran perjanjian waralaba dalam putusan nomor 3/Pdt.G.S/2023/PN.Jkt.Utr. dan putusan nomor 837/Pdt.G/2021/PN.Sby.
Upaya Perlindungan Hukum bagi Pihak Penerima Waralaba.Di Indonesia, hak-hak hukum penerima waralaba dijamin melalui sinkretisme regulasi baik yang bersifat khusus maupun umum, yang meliputi Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2024 tentang Waralaba, Peraturan Menteri Perdagangan No.71 Tahun 2019, ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Undang-Undang No.20 Tahun 2016 mengenai Merek dan Indikasi Geografis.Bentuk perlindungan hukum mencakup perlindungan preventif, sebagaimana menjadi tanggung jawab pihak pemberi waralaba untuk menyampaikan estimasi potensi keuntungan serta melakukan registrasi perjanjian melalui Sistem Terpadu Pendaftaran Waralaba (STPW), serta perlindungan represif, berupa hak penerima waralaba untuk menuntut ganti rugi apabila franchisor melakukan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum.Meskipun payung hukum telah mengatur terkait hukum waralaba, namun dalam praktiknya masih ditemukan adanya kelemahan seperti adanya klausul baku yang memberatkan penerima waralaba.Rekonstruksi Hukum untuk Perlindungan Franchisee dalam Perspektif Teori Keadilan bahwasanya rekonstruksi hukum waralaba diperlukan untuk menyeimbangkan posisi antara franchisor dan franchisee dengan berlandaskan prinsip keadilan, proporsionalitas, dan itikad baik.Saat ini regulasi waralaba masih lebih menekankan pada aspek keuntungan yang diperoleh oleh pemberi waralaba untuk perkembangan usaha waralaba.Dalam penerapan praktik, struktur perjanjian waralaba cenderung memberikan posisi yang lebih dominan kepada perusahaan pemilik waralaba (franchisor).Sehingga perlu adanya penyempurnaan regulasi yang mengatur terkait dengan mekanisme pengawasan dan penyelesaian sengketa yang lebih mudah diakses oleh franchisee, sehingga tercipta hubungan hukum yang adil dan mencerminkan teori keadilan.Dari perspektif teori keadilan Satjipto Rahardjo, hukum seharusnya menjadi sarana perlindungan bagi pihak yang lemah yaitu penerima waralaba.Sehubungan dengan hal tersebut, keputusan yang dikeluarkan oleh PN Jakarta Utara dengan No., beserta keputusan dari PN Surabaya berNo.menunjukkan pentingnya peran pengadilan dalam menegakkan perlindungan hukum bagi franchisee ketika regulasi belum memberikan perlindungan substantif yang memadai.
Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk memperketat pengawasan dan penegakan ketentuan pendaftaran prospektus serta perjanjian waralaba sebagaimana diatur dalam PP No. 35 Tahun 2024 dan Permendag No. 71 Tahun 2019, agar praktik waralaba yang merugikan franchisee dapat dicegah sejak awal. Penguatan regulasi diperlukan terkait rekonstruksi hukum dari perspektif teori keadilan yang menekankan keseimbangan hak dan kewajiban para pihak, khususnya dengan membatasi klausula baku yang merugikan franchisee dan mewajibkan dukungan operasional yang jelas dari franchisor agar tercipta keadilan substantif dalam perjanjian waralaba.
| File size | 1.32 MB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKUMK Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi hukum dapat bersinergi dengan intervensi kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting, sekaligus memperkuat teoriKegiatan ini menegaskan bahwa edukasi hukum dapat bersinergi dengan intervensi kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting, sekaligus memperkuat teori
UNIGALUNIGAL Patient safety merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan sejak tahap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanPatient safety merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan sejak tahap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
JURNALBIKESJURNALBIKES Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan cukup (75,0%) dan sebagian kecil kurang (6,3%). Setelah intervensi,Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan cukup (75,0%) dan sebagian kecil kurang (6,3%). Setelah intervensi,
UNNUUNNU The questions include the definition of TTD, the correct consumption technique, the benefits of TTD, the content of TTD, and ways to reduce the negativeThe questions include the definition of TTD, the correct consumption technique, the benefits of TTD, the content of TTD, and ways to reduce the negative
UNNUUNNU Kegiatan workshop dan pendampingan identifikasi produk unggulan yang telah diselenggarakan di SMKN 1 Borong cukup berhasil dilaksanakan, hal ini terlihatKegiatan workshop dan pendampingan identifikasi produk unggulan yang telah diselenggarakan di SMKN 1 Borong cukup berhasil dilaksanakan, hal ini terlihat
UNNUUNNU Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0. 000 < 0. 05 antara hasil pre-test dan post-test. IniHasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0. 000 < 0. 05 antara hasil pre-test dan post-test. Ini
UNNUUNNU Edukasi cuci tangan dengan demonstrasi diiringi musik pada anak-anak membantu meningkatkan kemampuan anak usia sekolah dalam melakukan cuci tangan sehinggaEdukasi cuci tangan dengan demonstrasi diiringi musik pada anak-anak membantu meningkatkan kemampuan anak usia sekolah dalam melakukan cuci tangan sehingga
4141 Tujuan dari PKM ini adalah mencegah anemia dengan pendekatan preventif sehingga dapat mengubah kepatuhan minum tablet FE dan menjaga asupan makanan melaluiTujuan dari PKM ini adalah mencegah anemia dengan pendekatan preventif sehingga dapat mengubah kepatuhan minum tablet FE dan menjaga asupan makanan melalui
Useful /
AIRAAIRA 092 catatan bahan baku terlabel dan dievaluasi pada set pengujian 52.182 negatif benar, 12 positif palsu, 41 negatif palsu, dan 23.575 positif benar, yang092 catatan bahan baku terlabel dan dievaluasi pada set pengujian 52.182 negatif benar, 12 positif palsu, 41 negatif palsu, dan 23.575 positif benar, yang
YP3AYP3A Di era teknologi yang serba canggih yang membawa banyak perubahan diberbagai aspek kehidupan, perkembangan teknologi juga berdampak dibidang pendidikan.Di era teknologi yang serba canggih yang membawa banyak perubahan diberbagai aspek kehidupan, perkembangan teknologi juga berdampak dibidang pendidikan.
UMCUMC Secara internal kemahasiswaan itu sendiri saat ini mahasiswa terlalu banyak disibukan dengan aktifitas lain yang tidak menopang pengembangan dirinya sebagaiSecara internal kemahasiswaan itu sendiri saat ini mahasiswa terlalu banyak disibukan dengan aktifitas lain yang tidak menopang pengembangan dirinya sebagai
UMCUMC Pertanyaan penelitian adalah bagaimana determinasi teknologi komunikasi yang ada pada masyarakat Desa Majasari Indramayu dan bagaimana karakter komunikasiPertanyaan penelitian adalah bagaimana determinasi teknologi komunikasi yang ada pada masyarakat Desa Majasari Indramayu dan bagaimana karakter komunikasi