JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Konsumsi zat besi sangat diperlukan oleh ibu hamil yang ditujukan untuk mencegah ibu dan janin dari anemia, dan faktor risiko lainnya. Masih banyaknya ibu hamil yang tidak mengonsumsi tablet Fe salah satu faktornya yaitu pengetahuan. Pemberian pendidikan kesehatan diduga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia. Jenis penelitian ini menggunakan desain one group pretest and posttest. Populasi penelitian berjumlah 32 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberi pendidikan kesehatan (pretest), sebagian besar memiliki pengetahuan cukup (75,0%), sedangkan sebagian kecil memiliki pengetahuan kurang (6,3%). Setelah diberi pendidikan kesehatan (posttest), sebagian besar memiliki pengetahuan baik (81,3%), dan sebagian kecil memiliki pengetahuan cukup (18,8%). Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan, dengan p = 0,000 < 0,05. Disarankan agar tenaga kesehatan secara rutin memberikan informasi mengenai pencegahan anemia melalui penyuluhan atau pendidikan kesehatan pada setiap kunjungan ibu hamil.

Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan cukup (75,0%) dan sebagian kecil kurang (6,3%).Setelah intervensi, sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan baik (81,3%).Terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan ibu tentang pencegahan anemia sebelum dan setelah pendidikan kesehatan, dengan p = 0,000 < 0,05.

Pertama, perlu diteliti apakah metode pendidikan kesehatan berbasis media digital (seperti video pendek atau aplikasi seluler) lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dibandingkan metode tatap muka konvensional di puskesmas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh pendidikan kesehatan yang melibatkan suami atau keluarga terhadap perilaku ibu hamil dalam mencegah anemia, karena dukungan keluarga mungkin memperkuat komitmen ibu. Ketiga, perlu dikaji efektivitas pendidikan kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan atau latar belakang sosial budaya ibu hamil, untuk mengetahui apakah pendekatan personalisasi memberi hasil yang lebih baik dalam jangka panjang. Penelitian lanjutan sebaiknya menguji ketiga aspek ini secara terintegrasi melalui desain eksperimen terkontrol dengan ukuran sampel yang lebih besar dan lokasi berbeda agar hasilnya lebih generalisabel. Selain itu, sebaiknya dilibatkan penilaian terhadap perilaku nyata konsumsi tablet Fe dan pola makan, bukan hanya pengetahuan. Studi juga dapat membandingkan durasi intervensi—misalnya, satu kali sosialisasi versus pendidikan bertahap selama kehamilan. Dengan demikian, dapat diketahui model pendidikan kesehatan yang paling optimal dalam konteks pelayanan kesehatan primer. Pemahaman ini penting untuk menyusun strategi pencegahan anemia yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan.

Read online
File size294.96 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test