SARIPEDIATRISARIPEDIATRI
Sari PediatriSari PediatriAnemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama pada anak-anak di negara berkembang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi anemia pada anak usia 6-59 bulan mencapai 39,7% secara global pada tahun 2019. Sementara di Indonesia, peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2018 sebesar 48,9%. Anemia, khususnya anemia defisiensi besi, tidak hanya memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, tetapi juga melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi seperti pneumonia. Pneumonia merupakan suatu penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur ataupun parasit). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 15% dari semua kematian anak usia di bawah lima tahun disebabkan pneumonia, dengan angka kejadian mencapai 808.964 anak pada tahun 2017. Sementara di Indonesia, menurut Profil Kesehatan Indonesia 2021 dilaporkan kejadian pneumonia sebesar 14% dari total kematian, meningkat dari 9,8% pada tahun 2020.
Penelitian ini menunjukkan bahwa anak dengan anemia defisiensi besi (ADB) memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia berat dibandingkan anak tanpa ADB pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.Temuan ini menegaskan anemia, terutama ADB memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan keparahan dari pneumonia pada anak.Oleh karena itu, skrining dini terhadap anemia dan intervensi seperti suplementasi zat besi serta edukasi mengenai gizi yang adekuat sangat diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi pneumonia berat pada anak.
Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki hubungan antara anemia defisiensi besi dan keparahan pneumonia pada anak-anak di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode longitudinal untuk mengamati perkembangan anemia dan pneumonia secara lebih mendalam. Selain itu, perlu juga dilakukan studi intervensi untuk mengevaluasi efektivitas intervensi gizi dan suplementasi zat besi dalam mencegah dan mengurangi keparahan pneumonia pada anak-anak dengan anemia defisiensi besi. Dengan demikian, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif untuk mengurangi dampak anemia defisiensi besi dan pneumonia pada kesehatan anak-anak di Indonesia.
| File size | 107.44 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN KENDARIIAIN KENDARI Keluarga broken home di Desa Mola Utara Kabupaten Wakatobi disebabkan oleh faktor ekonomi, kecemburuan, tekanan orang tua, perselingkuhan, dan selera tinggi.Keluarga broken home di Desa Mola Utara Kabupaten Wakatobi disebabkan oleh faktor ekonomi, kecemburuan, tekanan orang tua, perselingkuhan, dan selera tinggi.
STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA Pasar uang dan pasar modal syariah di Indonesia memiliki peran strategis dalam menyediakan instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah sekaligusPasar uang dan pasar modal syariah di Indonesia memiliki peran strategis dalam menyediakan instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah sekaligus
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling sebanyak 61 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatSampel dipilih menggunakan teknik total sampling sebanyak 61 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
YANAYANA Model Prisoners Dilemma mengungkapkan bahwa persaingan berlebihan dapat menimbulkan kerugian bersama, sehingga kolaborasi bisnis mampu menghasilkan nilaiModel Prisoners Dilemma mengungkapkan bahwa persaingan berlebihan dapat menimbulkan kerugian bersama, sehingga kolaborasi bisnis mampu menghasilkan nilai
YANAYANA Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa kelas VIII MTs Darul Ilmi Batang Kuis serta mengidentifikasi jenis kesalahan berdasarkanPenelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa kelas VIII MTs Darul Ilmi Batang Kuis serta mengidentifikasi jenis kesalahan berdasarkan
SARIPEDIATRISARIPEDIATRI Penyakit ini berkontribusi besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas, baik pada bayi yang lahir cukup bulan maupun prematur. Studi ini bertujuan menetapkanPenyakit ini berkontribusi besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas, baik pada bayi yang lahir cukup bulan maupun prematur. Studi ini bertujuan menetapkan
UNIBAUNIBA Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Dari hasil penelitianSumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Dari hasil penelitian
UNIBAUNIBA Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RS Charis Medika kota Batam. Data diambil menggunakanMetode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RS Charis Medika kota Batam. Data diambil menggunakan
Useful /
SARIPEDIATRISARIPEDIATRI Penggunaan gawai yang berlebihan telah dikaitkan dengan gangguan parameter tidur pada remaja, seperti durasi tidur yang lebih pendek. Penelitian ini bertujuanPenggunaan gawai yang berlebihan telah dikaitkan dengan gangguan parameter tidur pada remaja, seperti durasi tidur yang lebih pendek. Penelitian ini bertujuan
UNNESUNNES Metode - Studi ini dilakukan melalui sesi 2,5 jam yang terstruktur, dimulai dengan 1,5 jam pengajaran teoretis diikuti 1 jam kerja praktik. Selama aktivitas,Metode - Studi ini dilakukan melalui sesi 2,5 jam yang terstruktur, dimulai dengan 1,5 jam pengajaran teoretis diikuti 1 jam kerja praktik. Selama aktivitas,
UNIBAUNIBA Hasil penelitian dianalisis dengan chi-square. Dari hasil perhitungan uji chi square didapatkan hasil dengan nilai p = 0,001 (p ≤ 0,05) yaitu terdapatHasil penelitian dianalisis dengan chi-square. Dari hasil perhitungan uji chi square didapatkan hasil dengan nilai p = 0,001 (p ≤ 0,05) yaitu terdapat
UNIBAUNIBA Kurangnya kemampuan individu mengontrol intensitas penggunaan smartphone dapat mengakibatkan buruknya kualitas tidur. Usia remaja memerlukan waktu tidurKurangnya kemampuan individu mengontrol intensitas penggunaan smartphone dapat mengakibatkan buruknya kualitas tidur. Usia remaja memerlukan waktu tidur