POLINELAPOLINELA

J-PlantasimbiosaJ-Plantasimbiosa

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Penggunaan benih berkualitas tinggi menjadi salah satu faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi. Salah satu aspek penting yang memengaruhi kualitas benih adalah kondisi fisiologisnya, terutama proses fisiologis pascapanen yang dikenal sebagai after-ripening. After-ripening adalah proses fisiologis yang memungkinkan benih untuk berkecambah setelah melalui periode penyimpanan kering dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durasi periode after-ripening pada beberapa varietas unggul padi serta menentukan varietas dengan periode after-ripening yang lebih singkat di antara beberapa varietas unggul yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Gilirang memiliki periode after-ripening paling singkat (1 minggu), diikuti oleh Inpari 42 (2 minggu) dan Inpari 43 (3 minggu).

Berdasarkan hasil penelitian, periode after-ripening yang dibutuhkan untuk mengakhiri dormansi pada masing-masing varietas padi berbeda-beda.Varietas Gilirang menunjukkan kemampuan mematahkan dormansi dalam satu minggu setelah penyimpanan, varietas Inpari 42 dalam dua minggu, dan varietas Inpari 43 tiga minggu untuk mencapai tingkat kecambah optimal.Hasil ini menunjukkan bahwa varietas Gilirang memiliki periode after-ripening yang lebih singkat dibandingkan varietas lainnya, sehingga lebih efisien untuk digunakan dalam produksi benih padi siap tanam.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis genetik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi durasi after-ripening pada varietas padi unggul, karena pemahaman ini bisa membantu pengembangan varietas dengan periode after-ripening lebih pendek. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh kondisi penyimpanan berbeda (misalnya suhu dan kelembapan) terhadap proses after-ripening, karena hasil penelitian ini bisa memberikan rekomendasi optimalisasi penyimpanan benih. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi hubungan antara karakteristik lingkungan seperti iklim dan musim panen dengan kecepatan pematahan dormansi, karena informasi ini bisa mendukung strategi adaptasi pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

Read online
File size446.68 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test