UnmulUnmul

JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMULJURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL

Industri pertambangan emas secara global menghadapi tantangan lingkungan akibat penggunaan ekstensif sianida, khususnya pada ekstraksi bijih emas refraktori. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ligan glisin (NH2CH2COOH) sebagai alternatif ramah lingkungan (biodegradable dan nontoksik) melalui optimasi parameter kinetik pelindian. Pendekatan studi literatur digunakan dengan menganalisis 26 artikel ilmiah relevan dari pangkalan data terkemuka. Hasil sintesis menunjukkan bahwa laju disolusi glisin murni secara inheren lambat pada suhu ruang. Namun, penambahan agen pengoksidasi kuat (seperti kalium permanganat) dan peningkatan suhu operasi hingga 60°C mampu mendobrak hambatan energi aktivasi secara signifikan. Secara khusus, integrasi sistem hibrida tiosulfat-glisin bersinergi terbukti menghasilkan perolehan emas mencapai 93,7% dalam 12 jam pada 40°C. Efektivitas sistem glisin dapat dikatalisis secara absolut melalui manajemen suhu dan agen pengoksidasi, menjadikannya alternatif ekstraksi yang berkelanjutan, efisien, dan ramah ekosistem untuk transisi metalurgi hijau.

Efektivitas kinetika pelindian emas refraktori menggunakan ligan glisin dapat dikatalisis secara absolut melalui pengendalian gradien temperatur dan manajemen dosis agen pengoksidasi yang presisi.Integrasi suhu operasi pada titik optimum 60°C bersama reagen permanganat mereduksi durasi pelindian yang selama ini menjadi limitasi metode asam amino, sekaligus mengoptimalkan laju difusi ligan menuju mikropori tanpa memicu fenomena kerusakan reagen.Konfigurasi operasional ini membuktikan bahwa sistem berbasis glisin tidak hanya valid sebagai kompensasi terhadap defisit ekologis metode konvensional bersianida, namun juga terbukti unggul secara teknis sebagai metode ekstraksi yang berkelanjutan dan efisien.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi kombinasi agen pengoksidasi alternatif untuk meningkatkan efisiensi pelindian glisin tanpa mengurangi keamanan lingkungan. Selain itu, studi tentang dampak jangka panjang penggunaan sistem hibrida tiosulfat-glisin terhadap ekosistem tambang perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan teknologi ini. Terakhir, penelitian tentang optimalisasi skala industri dari proses ini, termasuk analisis ekonomi dan perbandingan dengan metode konvensional, dapat memberikan wawasan praktis untuk implementasi teknologi hijau di lapangan.

Read online
File size589.65 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test