UMKUMK

Jurnal Elektro Kontrol (ELKON)Jurnal Elektro Kontrol (ELKON)

Pertumbuhan infrastruktur teknologi informasi mendorong perlunya sistem pengendalian suhu yang andal, khususnya pada ruang server skala kecil sebagai bagian dari pengembangan dan pengujian sistem data center. Suhu ruangan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan performa dan keandalan perangkat server. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pengendali suhu otomatis pada prototipe ruang server skala mikro berbasis mikrokontroler ESP32 dengan penerapan metode Rule-Based. Sistem memanfaatkan sensor DHT22 untuk pengukuran suhu dan kelembapan, RTC DS3231 untuk pencatatan waktu, serta modul SD card sebagai media penyimpanan data. ESP32 berperan sebagai pusat kendali yang memproses data sensor dan membandingkannya dengan ambang batas yang telah ditentukan, kemudian mengendalikan kipas DC dan modul Peltier melalui relay. Informasi kondisi lingkungan ditampilkan secara real-time pada LCD 20x4 dan dicatat secara periodik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu prototipe ruang server pada rentang operasional 25–32°C, dengan respons pendinginan bertingkat sesuai metode Rule-Based. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Rule-Based efektif dan efisien untuk pengendalian suhu pada data center skala kecil atau prototipe ruang server.

Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian, sistem pengendali suhu ruang data center berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Rule-Based berhasil dikembangkan.Sistem ini mampu mengintegrasikan sensor, aktuator, dan dashboard IoT untuk monitoring dan pengendalian suhu secara otomatis dan real-time.Metode Rule-Based terbukti efektif dalam mengatur kerja aktuator secara sederhana dan efisien berdasarkan ambang batas suhu, sehingga mampu menjaga kestabilan termal dan keandalan operasional data center skala kecil.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan algoritma kontrol yang lebih adaptif, seperti menggunakan metode fuzzy logic atau machine learning, untuk mengoptimalkan efisiensi energi dan respons sistem terhadap perubahan beban termal yang dinamis. Selain itu, integrasi sistem dengan platform manajemen data center yang lebih komprehensif dapat dilakukan untuk memfasilitasi pemantauan jarak jauh, analisis data historis, dan prediksi potensi masalah termal. Terakhir, studi lebih lanjut mengenai implementasi sistem pendingin alternatif, seperti pendinginan cair (liquid cooling) atau penggunaan material perubahan fasa (phase change materials), dapat dieksplorasi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pendingin data center.

  1. ANALISA PERBANDINGAN ARSITEKTUR DATA CENTER SWITCH CENTRIC DAN SERVER CENTRIC PADA SISTEM E-VOTING |... jtika.if.unram.ac.id/index.php/JTIKA/article/view/354ANALISA PERBANDINGAN ARSITEKTUR DATA CENTER SWITCH CENTRIC DAN SERVER CENTRIC PADA SISTEM E VOTING jtika if unram ac index php JTIKA article view 354
Read online
File size533.61 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test