UnmulUnmul

JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMULJURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL

Produktivitas alat angkut adalah besarnya produksi yang dapat dicapai dalam kenyataan kerja alat angkut berdasarkan kondisi yang dicapai saat ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi batubara diantaranya alat angkut tidak dalam kondisi baru sehingga sering mengalami breakdown dan perbaikan ditengah kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Selain itu hal ini juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidakserasian kerja alat angkut, waktu kerja kerja yang tidak optimal dan efisiensi kerja alat mekanis. Metode yang digunakan dalam penulisan yaitu dengan pendekatan masalah yang berupa pengambilan bahan, baik berupa dasar teori maupun data-data objek yang diamati secara langsung dilapangan. Sehingga dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pra lapangan, tahap lapangan, dan tahap pasca lapangan. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka diperoleh produktivitas teoritis, alat angkut jenis Hino 500 dan Liugong secara berturut turut adalah 21 m3/Jam dan 25 m3/Jam. Produktivitas aktual alat angkut Hino 500 dan Liugong secara berturut turut adalah 5 m3/Jam dan 7 m3/Jam.

Berdasarkan analisis yang dilakukan maka diperoleh produktivitas teoritis, alat angkut jenis Hino 500 dan Liugong secara berturut turut adalah 21 m3/Jam dan 25 m3/Jam.Produktivitas aktual alat angkut Hino 500 dan Liugong secara berturut turut adalah 5 m3/Jam dan 7 m3/Jam.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan sistem pemeliharaan prediktif terhadap penurunan downtime alat angkut di area stockpile. Selain itu, studi tentang optimasi rute pengangkutan batubara berdasarkan kondisi jalan hauling yang dinamis dapat menjadi arah penelitian baru. Terakhir, penelitian tentang pengaruh penggunaan bahan bakar alternatif terhadap efisiensi dan keandalan alat angkut dalam lingkungan pertambangan yang berat juga sangat relevan.

Read online
File size306.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test