UnmulUnmul

JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMULJURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL

Kegiatan penambangan batubara dapat menimbulkan air asam tambang (AAT) atau Acid Mine Drainage baik tambang terbuka maupun tambang dalam, Unit pengolahan batubara serta timbunan batuan buangan (Overburden). Potensi air asam tambang harus diketahui agar langkah-langkah pencegahan dan pengendaliannya dapat dilakukan sehingga timbulnya permasalahan terhadap lingkungan dapat diatasi serta tidak menjadi persoalan dikemudian hari, baik tambang tersebut masih aktif ataupun setelah tambang tersebut tidak beroperasi lagi. Masalah lingkungan yang terjadi yaitu pH rendah, TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid) yang dibahas pada penelitian ini kadar pH, TSS, TDS tidak sesuai dengan baku mutu air limbah. Proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode titrasi, dimana koagulan yang digunakan adalah tawas (Al2(So4)3) dan kapur padam (Ca(OH)2). Dari hasil penelitian ini, didapatkan dosis optimum untuk penurunan pH dengan menggunakan tawas (Al2(SO4)3) adalah 0,010 g/L sedangkan kapur padam (Ca(OH)2) adalah 0,014 g/L. Penurunan kadar TSS yang paling efektif adalah dengan menggunakan kapur padam (Ca(OH)2) yaitu sebesar 14 mg/L.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kapur padam (Ca(OH)2) lebih efektif dalam menurunkan kadar TSS dibandingkan tawas (Al2(SO4)3), dengan penurunan sebesar 14 mg/L.Dosis optimum untuk menurunkan pH menggunakan tawas adalah 0,010 g/L, sedangkan untuk kapur padam adalah 0,014 g/L.Hasil ini menunjukkan bahwa pilihan koagulan harus disesuaikan dengan parameter kualitas air yang ingin dicapai.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan bahan koagulan alternatif seperti bahan alami (misalnya tanah liat atau daun tertentu) untuk membandingkan efektivitasnya dalam menurunkan TSS dan pH air asam tambang. Selain itu, penelitian dapat fokus pada studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari penggunaan kapur padam dan tawas secara berkelanjutan. Terakhir, penelitian juga bisa menggabungkan teknik netralisasi kimia dengan teknologi bioremediasi untuk meningkatkan efisiensi pengolahan air asam tambang secara holistik.

Read online
File size754.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test