UnmulUnmul

JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMULJURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL

Kegiatan pertambangan batubara berpotensi menimbulkan perubahan bentang alam, penurunan kualitas tanah, dan terganggunya fungsi ekosistem. Reklamasi merupakan upaya yang wajib dilakukan untuk memulihkan fungsi lingkungan dan meningkatkan produktivitas lahan pascatambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang batubara PT Ghani Raya Mandiri serta mengkaji kondisi sifat fisika dan kimia tanah sebagai media tumbuh tanaman revegetasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengamatan lapangan, analisis laboratorium, dan evaluasi dokumen reklamasi perusahaan. Parameter yang dievaluasi mencakup penimbunan kembali lahan bekas tambang, penataan lahan, penebaran tanah zona pengakaran, revegetasi, pengelolaan air asam tambang, dan pemeliharaan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan reklamasi secara keseluruhan mencapai 55,45% dan termasuk dalam kategori buruk. Penimbunan kembali lahan bekas tambang mencapai 70,36%, penataan lahan 48,49%, penebaran tanah zona pengakaran 21,87%, dan revegetasi menunjukkan rasio tumbuh tanaman sebesar 80,06%. Nilai rata-rata pH tanah sebesar 5,53 termasuk kategori baik untuk media tumbuh tanaman, sedangkan kualitas air hasil pengolahan memiliki nilai pH rata-rata 6,79 dan memenuhi baku mutu lingkungan. Kondisi tanah pada area reklamasi umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah yang ditunjukkan oleh kandungan C-organik, fosfor tersedia, dan kapasitas tukar kation yang rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan reklamasi telah memberikan hasil yang cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan pada kegiatan penataan lahan, pengelolaan tanah zona pengakaran, dan percepatan revegetasi untuk meningkatkan keberhasilan reklamasi secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan reklamasi lahan bekas tambang batubara di PT XX mencapai 55,45% dan termasuk dalam kategori Buruk.Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa program reklamasi telah berjalan, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek penataan lahan, pengelolaan tanah zona pengakaran, peningkatan kesuburan tanah, serta percepatan reklamasi progresif agar tujuan pemulihan fungsi lingkungan dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.

Untuk meningkatkan keberhasilan reklamasi secara berkelanjutan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi pengelolaan tanah zona pengakaran yang optimal. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi metode percepatan revegetasi yang efektif dan berkelanjutan. Terakhir, penelitian tentang cara meningkatkan kesuburan tanah pada lahan pascatambang dapat menjadi fokus selanjutnya untuk mencapai tujuan pemulihan fungsi lingkungan secara optimal.

Read online
File size451.97 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test