UnmulUnmul

JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMULJURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL

Kestabilan suatu lereng pada kegiatan penambangan dipengaruhi oleh kondisi geologi, bentuk keseluruhan lereng pada lokasi tersebut, kondisi air tanah, faktor luar seperti getaran akibat peledakan ataupun alat mekanis yang beroperasi. Salah satu metode analisis stabilitas lereng yaitu metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating. Analisis ini dibutuhkan dalam eksploitasi tambang, terutama dalam sistem tambang terbuka. Lokasi penelitian terletak pada Formasi Pulaubalang dan Formasi Balikpapan. Nilai Kuat Tekan Batuan (UCS) di lokasi penelitian adalah 8,615 Mpa dan hasil analisis stereografis didapatkan longsoran di lokasi penelitian adalah longsoran baji. Nilai RMR di lokasi penelitian adalah 59,71 dan nilai SMR adalah 24,71. Dari hasil analisis klasifikasi massa batuan dengan menggunakan metode RMR pembobotan kelas massa batuan di lokasi penelitian termasuk kedalam kelas III yang termasuk dalam deskripsi batuan sedang. Sedangkan hasil analisis kestabilan lereng dengan metode SMR dapat disimpulkan bahwa kelas massa lereng termasuk kedalam kelas IV dengan asumsi berada dalam kelas massa batuan yang buruk, stabilitas lereng tidak stabil, dengan kelongsoran yang dapat terjadi adalah longsoran bidang dan longsoran baji, dan kemungkinan untuk longsor adalah 0,6.

Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, nilai kuat tekan batuan rata-rata di lokasi penelitan adalah 8,615 MPa.Bobot total RMR adalah 59,83 yang menunjukkan kelas massa batuan No.Berdasarkan analisis stereografis didapatkan longsoran yang berpotensi terjadi adalah longsoran baji.Dari hasil bobot RMR dan analisis stereografis didapatkan bobot total SMR adalah 32,33 yang menunjukkan kelas massa lereng No.IV dengan deskripsi massa batuan yang buruk, kestabilan lerengnya tidak stabil, longsoran yang berpotensi terjadi adalah longsoran bidang atau baji, dan kemungkinan untuk longsor dengan panjang scanline 11 meter adalah sepanjang 6,6 meter.

Untuk meningkatkan kestabilan lereng pada tambang batupasir di Samarinda Seberang, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng, seperti kondisi geologi, bentuk lereng, dan kondisi air tanah. Selain itu, studi tentang metode penggalian yang optimal untuk menjaga kestabilan lereng juga perlu dipertimbangkan. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis dampak penggunaan alat mekanis dan peledakan terhadap kestabilan lereng, serta mengeksplorasi teknik-teknik desain lereng yang lebih aman dan efektif. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi pengelolaan lereng yang lebih baik untuk memastikan keselamatan dan kelangsungan operasi penambangan.

Read online
File size621.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test