PUBMEDIAPUBMEDIA
Indonesian Journal of Applied TechnologyIndonesian Journal of Applied TechnologyIndonesia sebagai negara agraris menghadapi tantangan dalam produksi pertanian, khususnya akibat serangan hama dan penyakit yang menurunkan kualitas hasil panen kembang kol (Brassica oleracea var. botrytis L). Penelitian ini mengembangkan model klasifikasi penyakit tanaman kembang kol menggunakan metode transfer learning berbasis arsitektur Inception V3. Dataset terdiri dari empat kelas: Bacterial Spot Rot, Black Rot, Downy Mildew, dan No Disease, diperoleh dari Kaggle. Proses pengembangan mengikuti tahapan CRISP-DM, mulai dari pra-pemrosesan data, pelatihan model, hingga evaluasi. Model dilatih dengan memanfaatkan bobot awal dari ImageNet, diikuti dengan penyesuaian beberapa lapisan klasifikasi dan penggunaan teknik fine-tuning serta augmentasi data. Evaluasi performa dilakukan dengan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Hasil akhir menunjukkan akurasi validasi sebesar 93,75% dan akurasi pengujian mencapai 99%, dengan nilai precision dan recall yang seimbang (93,75%). Model terbukti efektif dalam mengklasifikasi penyakit tanaman dan memiliki potensi untuk diterapkan pada sistem deteksi otomatis berbasis citra guna mendukung pertanian presisi secara real-time.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model transfer learning berbasis InceptionV3 mampu melakukan klasifikasi penyakit tanaman kembang kol dengan performa yang sangat baik.Pada tahap pelatihan, model mencapai akurasi tinggi sebesar 93.75 persen dan menunjukkan kemampuan generalisasi yang kuat pada data pengujian.Model juga terbukti efektif dalam mengidentifikasi setiap kelas dengan tingkat kesalahan yang sangat rendah, sehingga menghasilkan prediksi yang akurat dan konsisten.Secara keseluruhan, model yang dikembangkan memiliki potensi untuk diterapkan sebagai sistem deteksi otomatis dalam mendukung identifikasi dini penyakit tanaman kembang kol.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan perbandingan performa dengan menggunakan beberapa metode klasifikasi lain agar diperoleh hasil evaluasi yang lebih komprehensif. Selain itu, pengujian model dapat diperluas dengan menerapkannya secara langsung melalui perangkat seperti kamera atau telepon genggam untuk memperoleh hasil deteksi secara real time. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan implementasi model dalam lingkungan lapangan dan memperkuat manfaatnya bagi pengguna di sektor pertanian. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada pengembangan sistem deteksi otomatis yang terintegrasi dengan teknologi pertanian presisi, sehingga dapat memberikan solusi komprehensif untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi dampak serangan hama dan penyakit.
- Klasifikasi Bentuk Bingkai (Frame) Kacamata Menggunakan CNN dengan Arsitektur Inception V3 dan Augmented... journal.unpacti.ac.id/index.php/JSCE/article/view/1292Klasifikasi Bentuk Bingkai Frame Kacamata Menggunakan CNN dengan Arsitektur Inception V3 dan Augmented journal unpacti ac index php JSCE article view 1292
- Klasifikasi Warna pada Kematangan Buah Kopi Kuning menggunakan Metode CNN Inception V3 | UNGKAWA | ELKOMIKA:... ejurnal.itenas.ac.id/index.php/elkomika/article/view/8899Klasifikasi Warna pada Kematangan Buah Kopi Kuning menggunakan Metode CNN Inception V3 UNGKAWA ELKOMIKA ejurnal itenas ac index php elkomika article view 8899
- Klasifikasi Jenis Buah Pisang Berdasarkan Citra Warna dengan Metode SVM | Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi... jurnal.atmaluhur.ac.id/index.php/sisfokom/article/view/1502Klasifikasi Jenis Buah Pisang Berdasarkan Citra Warna dengan Metode SVM Jurnal Sisfokom Sistem Informasi jurnal atmaluhur ac index php sisfokom article view 1502
| File size | 484.33 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IDUIDU Kajian ini menegaskan bahwa Paenibacillus berpotensi besar sebagai agen biokontrol multi-fungsi yang tidak hanya menekan penyakit tanaman, melainkan jugaKajian ini menegaskan bahwa Paenibacillus berpotensi besar sebagai agen biokontrol multi-fungsi yang tidak hanya menekan penyakit tanaman, melainkan juga
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Besarnya pengaruh masing-masing sebesar 42,45% dan 37,59, sisanya sebesar 19,96% dipengaruhi oleh faktor lain. Peran PPL, Peran Kelompok Tani dan PenerapanBesarnya pengaruh masing-masing sebesar 42,45% dan 37,59, sisanya sebesar 19,96% dipengaruhi oleh faktor lain. Peran PPL, Peran Kelompok Tani dan Penerapan
UNIKUUNIKU Pola jati, pepaya dan serai wangi tidak layak karena gagal panen. petani didominasi umur 45–60 tahun dan pendidikan dasar. Peningkatan produksi cabaiPola jati, pepaya dan serai wangi tidak layak karena gagal panen. petani didominasi umur 45–60 tahun dan pendidikan dasar. Peningkatan produksi cabai
IRPIIRPI 9711. Sementara pada Tomat Late Blight mendapatkan skor terendah pada Recall 0. 7594 dan F1-Score 0. 8510, menunjukkan tantangan dalam klasifikasi. Analisis9711. Sementara pada Tomat Late Blight mendapatkan skor terendah pada Recall 0. 7594 dan F1-Score 0. 8510, menunjukkan tantangan dalam klasifikasi. Analisis
UNIDAUNIDA Kinerja rantai pasokan secara keseluruhan telah memenuhi standar SCOR sebesar 67%, namun masih terdapat 33% metrik yang belum terpenuhi, terutama terkaitKinerja rantai pasokan secara keseluruhan telah memenuhi standar SCOR sebesar 67%, namun masih terdapat 33% metrik yang belum terpenuhi, terutama terkait
UNDANAUNDANA Penelitian ini menghasilkan aplikasi sistem pakar yang dibangun dengan menerapkan metode Variable-Centered Intelligent Rule System dan certainty factor.Penelitian ini menghasilkan aplikasi sistem pakar yang dibangun dengan menerapkan metode Variable-Centered Intelligent Rule System dan certainty factor.
UNMUNM Fusarium menyebar optimal dalam kondisi panas dan lembap, sehingga pengendalian lingkungan menjadi kunci. Penerapan pengeringan tanaman saat malam hariFusarium menyebar optimal dalam kondisi panas dan lembap, sehingga pengendalian lingkungan menjadi kunci. Penerapan pengeringan tanaman saat malam hari
UNIGALUNIGAL Kedelai memiliki nilai R/C lebih besar dibanding padi sawah dan jagung, sehingga lebih efisien dan memiliki keunggulan kompetitif. Produktivitas minimumKedelai memiliki nilai R/C lebih besar dibanding padi sawah dan jagung, sehingga lebih efisien dan memiliki keunggulan kompetitif. Produktivitas minimum
Useful /
UMKUMK 000 W, dan SCC MPPT 60 A. Dari sisi ekonomi, investasi awal sebesar Rp 28.000, biaya siklus hidup (LCC) Rp 63.800 selama 25 tahun, serta biaya produksi000 W, dan SCC MPPT 60 A. Dari sisi ekonomi, investasi awal sebesar Rp 28.000, biaya siklus hidup (LCC) Rp 63.800 selama 25 tahun, serta biaya produksi
UMKUMK Data yang dihasilkan sensor ultrasonik JSN-SR04T awalnya belum cukup akurat dan presisi; sebelum dikalibrasi, tingkat akurasinya mencapai 96,6% denganData yang dihasilkan sensor ultrasonik JSN-SR04T awalnya belum cukup akurat dan presisi; sebelum dikalibrasi, tingkat akurasinya mencapai 96,6% dengan
UNMUNM Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan fokus analisis isi. Instrumen yang digunakan terutama instrumen manusia dan dokumentasi. HasilMetode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan fokus analisis isi. Instrumen yang digunakan terutama instrumen manusia dan dokumentasi. Hasil
UNMUNM Humor membantu mengurangi ketegangan, meningkatkan antusiasme, serta menurunkan tingkat mengantuk dan meningkatkan partisipasi siswa. Oleh karena itu,Humor membantu mengurangi ketegangan, meningkatkan antusiasme, serta menurunkan tingkat mengantuk dan meningkatkan partisipasi siswa. Oleh karena itu,