UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk PemberdayaanDimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan

Peningkatan sirkulasi konten digital yang memnormalisasi fantasi pemerkosaan menjadi tantangan bagi perlindungan anak dalam keluarga. Program pelayanan masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, di mana penilaian awal menunjukkan akses internet tinggi, pengawasan digital orang tua terbatas, dan kesadaran hukum rendah mengenai risiko konten terkait pemerkosaan. Program bertujuan memperkuat kesadaran hukum dan literasi digital untuk mencegah paparan konten berbahaya. Dengan pendekatan pendidikan komunitas partisipatif, program melibatkan 35 peserta melalui bimbingan hukum, pelatihan literasi digital, diskusi kelompok fokus, dan evaluasi pra/ pasca intervensi. Sebelum intervensi, 78% peserta tidak mengetahui bahwa konten fantasi pemerkosaan termasuk pornografi terlarang berdasarkan hukum Indonesia. Setelah program, 89% peserta mampu mengidentifikasi bentuk konten digital yang memnormalisasi fantasi pemerkosaan, menunjukkan peningkatan 67 poin persentase dalam kesadaran hukum dan literasi digital. Program ini menunjukkan bahwa pendidikan hukum berbasis komunitas dapat memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung perlindungan anak di lingkungan digital.

Program pelayanan masyarakat berhasil meningkatkan kesadaran hukum orang tua mengenai konten digital yang memnormalisasi fantasi pemerkosaan.Sebelum intervensi, 78% peserta tidak mengetahui bahwa konten tersebut termasuk pornografi terlarang, dan banyak audiens tidak memahami bagaimana algoritma media sosial secara bertahap memperkenalkan anak pada konten berbahaya.Setelah sesi bimbingan, 89% peserta mampu mengidentifikasi konten berisiko tinggi dan memahami mekanisme pelaporan ke pihak berwajib.Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan hukum berbasis praktik efektif memperkuat kesadaran publik.Kemampuan peserta mengawasi aktivitas digital meningkat dari 22% menjadi 89%, dengan 67% mampu mengidentifikasi indikator dini paparan konten seksual berbahaya.Partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan studi kasus mencerminkan relevansi materi dengan pengalaman digital anak di lingkungan perkotaan.Hal ini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai instrumen kritis dalam mencegah kekerasan seksual anak di era digital.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian perlu mengkaji dampak jangka panjang program pendidikan hukum berbasis komunitas terhadap perilaku keluarga dan tingkat kekerasan seksual anak. Kedua, perlu dilakukan analisis mendalam tentang peran algoritma media sosial dalam menyebarkan konten yang memnormalisasi fantasi pemerkosaan serta strategi mitigasinya. Ketiga, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas mekanisme pengawasan digital berbasis komunitas dalam mencegah akses anak terhadap konten berisiko. Penelitian-penelitian ini dapat mengembangkan pendekatan kolaboratif antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan komunitas untuk memperkuat sistem perlindungan anak di era digital.

  1. The Mother's Role in Building Children's Intelligence Using Social Media | Musofiana | International... jurnal.unissula.ac.id/index.php/ijls/article/view/32547The Mothers Role in Building Childrens Intelligence Using Social Media Musofiana International jurnal unissula ac index php ijls article view 32547
Read online
File size361.07 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test