UBHARAJAYAUBHARAJAYA

Journal Of Computer Science Contributions (JUCOSCO)Journal Of Computer Science Contributions (JUCOSCO)

Literasi kecerdasan buatan semakin relevan bagi pendidikan Al-Quran, khususnya untuk mendukung latihan bacaan, hafalan, dan akses terhadap sumber belajar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman konseptual dan pemanfaatan artificial intelligence secara bertanggung jawab bagi santri dan pendidik di Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam Nurul Qurani, Kota Bekasi. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Desember 2025 melalui koordinasi awal, penyusunan materi, presentasi interaktif, demonstrasi Qaraa dan ngaji.ai, diskusi terbimbing, serta evaluasi deskriptif. Data diperoleh dari observasi fasilitator, tanya jawab lisan, respons peserta selama demonstrasi, catatan lapangan, dan dokumentasi kegiatan. Materi mencakup konsep dasar artificial intelligence, machine learning, AI generatif, pengenalan suara, peluang penerapan pada pembelajaran Al-Quran, serta isu etika. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa peserta dapat mengenali kedudukan AI sebagai alat bantu yang tidak menggantikan peran pedagogis dan spiritual guru. Peserta juga mengidentifikasi peluang umpan balik segera, pengulangan mandiri, pemantauan kemajuan, dan penelusuran informasi semantik, disertai pemahaman atas keterbatasan akurasi, privasi, bias, serta risiko informasi keagamaan yang belum terverifikasi. Orisinalitas program terletak pada kontekstualisasi literasi AI untuk pendidikan Al-Quran dengan menggabungkan demonstrasi teknis dan prinsip verifikasi etis-keagamaan. Program lanjutan disarankan menggunakan instrumen pre-test dan post-test tervalidasi, menambah durasi praktik, serta menyediakan pendampingan terstruktur bagi pendidik.

Program ini menekankan bahwa AI berfungsi sebagai alat pendukung untuk latihan dan pemantauan kemajuan, namun tidak dapat menggantikan peran esensial guru dalam aspek pedagogis, spiritual, dan validasi keilmuan Al-Quran.Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan untuk menambah sesi praktik individual, menyusun panduan penggunaan yang aman, serta meningkatkan evaluasi dengan instrumen terukur seperti pre-test dan post-test.

Untuk pengembangan penelitian di masa mendatang, ada beberapa arah yang dapat dijelajahi agar pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan Al-Quran semakin optimal dan bertanggung jawab. Pertama, penting untuk melakukan studi yang lebih mendalam mengenai efektivitas jangka panjang penggunaan aplikasi AI terhadap kualitas bacaan dan kemampuan hafalan Al-Quran para santri. Penelitian ini sebaiknya dirancang dengan metode eksperimen yang melibatkan kelompok pembanding, sehingga kita bisa melihat secara objektif apakah penggunaan AI benar-benar membawa peningkatan signifikan dibandingkan metode pengajaran tradisional. Ini juga bisa mengukur dampak AI terhadap motivasi belajar santri dalam periode yang lebih lama, misalnya enam bulan hingga satu tahun, bukan hanya sesaat setelah pelatihan. Kedua, perlu dikembangkan dan dievaluasi berbagai model integrasi alat AI ke dalam kurikulum dan rutinitas belajar mengajar yang ada di lembaga pendidikan Al-Quran. Bagaimana cara terbaik melatih para guru agar mereka dapat memanfaatkan teknologi ini sebagai asisten yang efektif, tanpa kehilangan esensi bimbingan langsung dan spiritual? Penelitian bisa meneliti model pendampingan guru yang berkelanjutan, tantangan yang dihadapi, serta praktik terbaik dalam mengombinasikan AI dengan peran pedagogis guru. Ketiga, mengingat sensitivitas materi keagamaan, sangat penting untuk menyusun kerangka etika dan panduan penggunaan AI yang komprehensif, khusus untuk konteks pendidikan agama. Hal ini mencakup isu keakuratan informasi agama yang dihasilkan AI, perlindungan data pribadi santri, dan bagaimana memastikan bahwa nilai-nilai adab serta akhlak tetap menjadi prioritas utama. Kerangka ini bisa dikembangkan melalui kolaborasi antara ahli teknologi, pendidik Al-Quran, dan tokoh agama, untuk memastikan implementasi AI yang tidak hanya inovatif tetapi juga sesuai dengan kaidah syariah dan tujuan pendidikan Islam secara menyeluruh.

  1. Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Proses Pembelajaran di SMK Telkom Sidoarjo | Journal Of... doi.org/10.31599/6cdtnh64Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Proses Pembelajaran di SMK Telkom Sidoarjo Journal Of doi 10 31599 6cdtnh64
  2. 0. 0 doi.org/10.54675/EWZM95350 0 doi 10 54675 EWZM9535
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10772-021-09853-9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10772 021 09853 9
  4. Speech Recognition Models for Holy Quran Recitation Based on Modern Approaches and Tajweed Rules: A Comprehensive... thesai.org/Publications/ViewPaper?Volume=14&Issue=12&Code=IJACSA&SerialNo=97Speech Recognition Models for Holy Quran Recitation Based on Modern Approaches and Tajweed Rules A Comprehensive thesai Publications ViewPaper Volume 14 Issue 12 Code IJACSA SerialNo 97
Read online
File size534.93 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test