TEKNOKRATTEKNOKRAT

Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)

Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman masalah ekonomi kreatif bagi generasi muda, yang tergabung pada Generasi Muda Gereja Bethel Indonesia (GBI) Cabang Jomblang. Istilah ekonomi kreatif berkembang dari konsep modal berbasis kreativitas yang dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah, serta menjawab kelangkaan sumber daya faktor‑faktor produksi yang semakin terbatas. Sasaran program pengabdian ini adalah para generasi Z, karena produk ekonomi kreatif bersifat khas, unik, dan berbeda, sehingga layak dilakukan oleh generasi produktif yang merupakan populasi terbesar di Indonesia. Generasi Z, yang fasih dalam teknologi digital, berorientasi pada nilai progresif, dan memiliki hasrat perubahan sosial, memiliki peluang besar menjadi bagian dari pembangunan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan menggunakan ceramah dan diskusi, dan hasilnya menunjukkan bahwa para generasi muda mampu memahami konsep ekonomi kreatif yang disampaikan oleh tim pengabdi Universitas Semarang.

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa generasi muda Gereja Bethel Indonesia Cabang Jomblang, mayoritas Gen Z, merespon positif program peningkatan pemahaman ekonomi kreatif.Peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep-konsep ekonomi kreatif, sehingga mencapai luaran yang diharapkan.Program ini berhasil menghasilkan peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan ekonomi kreatif, dan akan dilanjutkan dengan tahap kegiatan berikutnya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pelatihan ekonomi kreatif terhadap kemampuan kewirausahaan generasi Z di berbagai komunitas keagamaan dan non‑keagamaan, sehingga dapat dibandingkan tingkat penyerapan pengetahuan dan penerapan praktik bisnis. Selain itu, penting untuk menyelidiki peran platform digital dalam memperluas akses pelatihan kreatif bagi Gen Z, terutama dalam hal interaktivitas, personalisasi materi, dan kolaborasi lintas wilayah. Penelitian longitudinal juga diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan pengetahuan yang diperoleh serta dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja dan inovasi kreatif dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kajian-kajian tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif generasi muda di Indonesia.

Read online
File size460.33 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test