UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Sejak dua belas tahun terakhir hingga sekarang, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk meneruskan pembangunan PLTN di Pulau Gelasa, salah satunya mayakinkan masyarakat dalam bentuk wacana positif demi mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat setempat. Wacana yang digulirkan pemerintah ternyata tidak semulus yang diharapkan, melainkan terdapat pertarungan wacana dari Walhi Babel yang menolak keras rencana tersebut. Adapun tujuan dari studi ini untuk menganalisis wacana, khususnya kontestasi wacana pembangunan PLTN Thorium di Pulau Gelasa. Studi ini tidak berniat untuk mengkaji aktor, tetapi mengkaji wacana yang memengaruhi tindakan aktor. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif. Desain dalam studi ini menggunakan teknik analisis isi. Dalam hal jenis data yang digunakan, studi ini mengikuti analisis wacana yang digunakan oleh Ardianto, yang juga didasarkan pada analisis wacana Laclau dan Mouffe. Pada studi ini, data yang digunakan adalah berita media online dan tulisan akademik mengenai wacana pembangunan PLTN Thorium di Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah.

Menurut Laclau dan Mouffe, wacana membentuk pemahaman manusia terhadap realitas, dengan pemerintah dan promotor PLTN Thorium di Pulau Gelasa menggunakan wacana untuk menghegemoni dan mendapatkan dukungan.Namun, terdapat wacana tandingan dari Walhi Babel yang berupaya menggoyahkan makna awal.Oleh karena itu, analisis ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa realitas adalah konstruksi dari berbagai wacana yang saling berinteraksi, bukan untuk menentukan kebenaran mutlak.

Melihat studi yang telah menganalisis kontestasi wacana pembangunan PLTN Thorium di Pulau Gelasa ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi agar pemahaman kita semakin komprehensif. Pertama, mengingat penelitian ini secara spesifik tidak mengkaji aktor, sangat relevan untuk melakukan studi lanjutan yang fokus pada peran dan strategi para aktor kunci di balik wacana. Penelitian kualitatif mendalam melalui wawancara, observasi partisipan, atau studi kasus dapat mengungkap motivasi personal, jaringan kekuasaan, dan taktik komunikasi yang digunakan pemerintah, PT. ThorCon, Walhi Babel, serta tokoh masyarakat lokal, memberikan gambaran konkret tentang siapa di balik apa yang dikatakan. Kedua, meskipun data bersumber dari berita media online dan tulisan akademik, menarik untuk memperluas cakupan ke ranah digital yang lebih luas, seperti media sosial atau forum diskusi daring masyarakat. Analisis sentimen atau big data dapat memberikan wawasan tentang dinamika pembentukan opini secara real-time dan jangkauan pengaruh berbagai wacana pro dan kontra PLTN Thorium di platform tersebut, memahami bagaimana masyarakat awam menerima atau menolak informasi kompleks ini. Ketiga, karena kontestasi wacana sebagian besar berpusat pada potensi dampak, sebuah studi empiris independen mengenai dampak nyata pembangunan PLTN Thorium di Pulau Gelasa akan sangat berharga. Penelitian ini bisa melibatkan tim multidisiplin (ahli ekologi, sosiolog, ekonom) untuk melakukan penilaian dampak lingkungan (AMDAL) dan sosial secara objektif, menyediakan data konkret mengenai keamanan, pengelolaan limbah, keberlanjutan ekonomi lokal, dan potensi perubahan sosial. Pendekatan ini akan melengkapi analisis wacana dengan bukti faktual sebagai dasar informasi kuat bagi kebijakan dan partisipasi masyarakat.

Read online
File size241.65 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test