FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA

KOMUNITASKOMUNITAS

Ketidaksetaraan sosial di tempat kerja yang multikultural dan hierarkis menimbulkan tantangan bagi perusahaan dalam menerapkan program Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini menerapkan perspektif etnografi kritis sebagai strategi komunikasi organisasi transformasional untuk mengungkap dan mengatasi masalah sosial yang sering diabaikan dalam setting korporat. Berbeda dengan pendekatan top-down dan simbolis, etnografi kritis menempatkan suara kelompok marjinal, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan minoritas etnis, di garis depan. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dari literatur yang relevan dan studi kasus Unilever Indonesia, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi wawasan etnografi ke dalam komunikasi DEI dan CSR membantu mengungkapkan bias struktural, memupuk narasi inklusif, dan mendukung pengembangan kebijakan yang adil secara sosial. Organisasi yang mengadopsi pendekatan ini menjadi lebih responsif terhadap tantangan sosial dan lebih siap membangun hubungan berkelanjutan dengan komunitasnya. Selain itu, komunikasi dua arah yang berakar pada pengalaman hidup memperkuat internalisasi nilai-nilai Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), sehingga etnografi kritis tidak hanya menjadi metode observasi, tetapi juga jembatan strategis antara korporasi dan realitas sosial yang kompleks.

Etnografi kritis memainkan peran strategis dalam mengungkap dan memahami dinamika kekuasaan, ketidaksamaan, dan ketegangan sosial di tempat kerja multikultural dan multi-hierarki.Sebagai pendekatan yang menekankan pemahaman dari dalam, etnografi kritis memungkinkan organisasi untuk mengakui keprihatinan hidup kelompok marjinal, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan individu dari latar belakang budaya minoritas.Wawasan yang dihasilkan melalui penelitian etnografi dapat menjadi dasar untuk merancang kebijakan organisasi yang relevan dan berdampak, inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR), dan strategi Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).Dalam konteks organisasi kontemporer, keterbukaan terhadap keragaman dan inklusi tidak boleh hanya simbolis.harus diintegrasikan ke dalam budaya organisasi dan selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).Komunikasi internal memainkan peran penting dalam menjembatani perbedaan dan memperkuat partisipasi, sehingga komunikasi dua arah menjadi fondasi kunci untuk membangun organisasi yang tangguh secara sosial.Dengan mengintegrasikan temuan etnografi ke dalam strategi komunikasi, organisasi lebih siap untuk merespons tuntutan sosial secara reaktif dan mencegah konflik secara proaktif.Oleh karena itu, kesuksesan inisiatif ESG dan keberlanjutan secara lebih luas tergantung pada seberapa efektif organisasi mendengarkan, memahami, dan merespons melalui praktik komunikasi inklusif dan adil.Dari perspektif etnografi, pendekatan Unilever dalam menerapkan program CSR untuk mendukung keberlanjutan menunjukkan komitmen perusahaan untuk memahami nilai-nilai, praktik sosial, dan struktur budaya komunitas di sekitar operasinya.Melalui keterlibatan etnografi, Unilever telah mengumpulkan wawasan yang memungkinkan pengembangan strategi keberlanjutan yang berakar pada pemahaman budaya.Pendekatan ini mencerminkan orientasi korporasi yang melampaui pencapaian tujuan bisnis untuk mencakup tanggung jawab sosial dan lingkungan, yang diwujudkan melalui inisiatif DEI dan CSR.Program-program ini berkontribusi pada pembentukan citra korporasi yang positif, meningkatkan penerimaan komunitas, dan memupuk hubungan sosial inklusif dengan komunitas sekitar dan target.Selain keterlibatan eksternal, inisiatif DEI Unilever juga memperkuat komunikasi organisasi internal melalui kampanye anti-bullying, program pengembangan kepemimpinan, dan inisiatif kesetaraan untuk kelompok marjinal, serta melalui penghapusan diskriminasi dan stigma sebagai nilai organisasi inti.Oleh karena itu, kesuksesan program CSR dan DEI tidak hanya dinilai berdasarkan indikator kinerja yang dipublikasikan, tetapi juga berdasarkan kemampuan organisasi untuk memahami, menghormati, dan mengakomodasi perbedaan sosial di antara komunitas yang bekerja di dalam dan tinggal di sekitar perusahaan.Menciptakan ekosistem inklusif untuk pemangku kepentingan internal dan eksternal adalah sentral dalam praktik organisasi yang berkelanjutan.Melihat dari sudut pandang ini, argumen yang disajikan dalam penelitian ini didasarkan pada perspektif etnografi yang menekankan partisipasi, reflektivitas, dan pemahaman bersama sebagai fondasi perubahan sosial yang berkelanjutan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Menganalisis lebih lanjut dampak komunikasi etnografi kritis terhadap implementasi program DEI dan CSR di berbagai organisasi, dengan fokus pada bagaimana komunikasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu sosial di tempat kerja.. . 2. Menjelajahi peran komunikasi dua arah dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dan komunitasnya, serta bagaimana komunikasi ini dapat memperkuat internalisasi nilai-nilai ESG dan CSR di dalam organisasi.. . 3. Mengkaji lebih dalam bagaimana etnografi kritis dapat digunakan sebagai alat untuk mencegah konflik dan mempromosikan inklusi sosial di tempat kerja, dengan mempertimbangkan dinamika kekuasaan dan ketidaksamaan yang ada.

  1. Stereotip Gender pada Wanita Karir di Tempat Kerja | Flourishing Journal. stereotip gender wanita karir... journal3.um.ac.id/index.php/psi/article/view/3002Stereotip Gender pada Wanita Karir di Tempat Kerja Flourishing Journal stereotip gender wanita karir journal3 um ac index php psi article view 3002
  2. Inclusion, diversity, equity, and accessibility: From organizational responsibility to leadership competency... doi.org/10.1177/08404704211038232Inclusion diversity equity and accessibility From organizational responsibility to leadership competency doi 10 1177 08404704211038232
  3. Excellence Theory in Public Relations - Grunig - Major Reference Works - Wiley Online Library. excellence... doi.org/10.1002/9781405186407.wbiece047Excellence Theory in Public Relations Grunig Major Reference Works Wiley Online Library excellence doi 10 1002 9781405186407 wbiece047
Read online
File size591.88 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test