UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Jurnal Kolaboratif SainsJurnal Kolaboratif Sains

Pendahuluan: Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang mengancam kehidupan remaja. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyalahgunaan NAPZA karena tingginya rasa ingin tahu, pengaruh teman sebaya, serta kurangnya pengetahuan mengenai bahaya NAPZA. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi promosi kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan sehingga mampu mencegah perilaku penyalahgunaan NAPZA sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui . Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental menggunakan rancangan One Group Pre-Test Post-Test Design. Penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Banawa Kabupaten Donggala dengan jumlah sampel sebanyak 100 siswa yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemberian edukasi kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi kesehatan, tingkat pengetahuan siswa berada pada kategori kurang sebanyak 33%, kategori cukup 35%, dan kategori baik 32%, dengan rata-rata skor pengetahuan sebesar 10,39. Setelah diberikan edukasi kesehatan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan, yaitu kategori cukup sebesar 5% dan kategori baik sebesar 95%, dengan rata-rata skor meningkat menjadi 14,23. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -7,084 dengan p-value = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa mengenai penyalahgunaan NAPZA. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa mengenai penyalahgunaan NAPZA di SMKN 1 Banawa Kabupaten Donggala. Edukasi kesehatan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi promotif dan preventif dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA di lingkungan sekolah.

Edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa mengenai penyalahgunaan NAPZA di SMKN 1 Banawa Kabupaten Donggala.Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup dan kurang, sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan baik.Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -7,084 dengan p-value = 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh faktor psikologis seperti motivasi belajar dan konsentrasi terhadap efektivitas edukasi kesehatan. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi peran media sosial dalam menyebarkan informasi tentang bahaya NAPZA kepada remaja. Terakhir, penelitian dapat membandingkan metode edukasi kesehatan antar-sekolah untuk menemukan pendekatan paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penyalahgunaan NAPZA.

Read online
File size279.56 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test