STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH
MODELING: Jurnal Program Studi PGMIMODELING: Jurnal Program Studi PGMIPerkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah praktik pendidikan dan semakin menuntut pengembangan kompetensi digital siswa sejak dini. Penelitian ini menyelidiki peran Pembelajaran yang Ditingkatkan Teknologi (TEL) dalam meningkatkan kompetensi digital siswa di MI Nurul Huda. Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa integrasi teknologi yang bermakna dalam aktivitas pembelajaran dapat meningkatkan tidak hanya keterampilan teknis siswa, tetapi juga kemampuan mereka untuk mengakses, mengevaluasi, menciptakan, dan berkomunikasi informasi secara efektif dan bertanggung jawab. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi implementasi pembelajaran yang ditingkatkan teknologi, keterlibatan siswa dengan sumber belajar digital, dan pengembangan kompetensi digital mereka melalui observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi terkait. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital ke dalam aktivitas pembelajaran berkontribusi positif terhadap kompetensi digital siswa, terutama dalam hal operasi teknologi dasar, akses informasi, komunikasi digital, pembelajaran kolaboratif, dan penggunaan sumber daya digital yang bertanggung jawab. Namun, efektivitas TEL dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kompetensi digital guru, ketersediaan infrastruktur teknologi, tingkat literasi digital siswa yang bervariasi, dan kebutuhan akan bimbingan pedagogis yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pembelajaran yang Ditingkatkan Teknologi dapat menjadi pendekatan pedagogis yang efektif untuk memperkuat kompetensi digital siswa ketika teknologi terintegrasi secara sengaja dalam lingkungan belajar yang mendukung. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan guru yang berkelanjutan, sumber daya teknologi yang memadai, dan strategi pembelajaran digital yang relevan dengan konteks untuk memastikan pengembangan kompetensi digital yang berkelanjutan di antara siswa di tingkat madrasah dasar.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran yang Ditingkatkan Teknologi berkontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi digital siswa di MI Nurul Huda.Integrasi teknologi memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperkuat kemampuan teknis mereka, mengakses informasi, berkomunikasi dan berkolaborasi secara digital, serta terlibat lebih aktif dalam pembelajaran.Pada saat yang sama, implementasi TEL tetap dipengaruhi oleh perbedaan kesiapan digital siswa, kompetensi guru, infrastruktur, dan ketersediaan sumber belajar yang sesuai.Temuan ini menyarankan bahwa pengembangan kompetensi digital harus dipandang sebagai proses pendidikan berkelanjutan daripada intervensi teknologi satu kali.Sekolah perlu menciptakan lingkungan belajar di mana teknologi terintegrasi secara sistematis, guru menerima dukungan profesional, dan siswa secara bertahap diarahkan menuju penggunaan teknologi yang lebih kritis, kreatif, kolaboratif, dan bertanggung jawab.Dengan cara ini, Pembelajaran yang Ditingkatkan Teknologi dapat berfungsi tidak hanya sebagai cara untuk memodernisasi instruksi kelas, tetapi juga sebagai pendekatan strategis untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan masyarakat digital kontemporer.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi pembelajaran digital yang relevan dengan konteks madrasah. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana guru dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kompetensi digital siswa secara efektif. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran teknologi dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kompetensi digital siswa di madrasah.
| File size | 685 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui workshop, bimbingan, studi pelajaran, pembelajaran kolaboratif, dan pengajaranProgram ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui workshop, bimbingan, studi pelajaran, pembelajaran kolaboratif, dan pengajaran
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Implementasi ini diharapkan menjadi model replikasi digitalisasi masjid di tingkat lokal untuk memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan masyarakat. TemuanImplementasi ini diharapkan menjadi model replikasi digitalisasi masjid di tingkat lokal untuk memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan masyarakat. Temuan
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksplanatori. Data dapat dikumpulkan melalui kuesioner kepada karyawanArtikel ini disusun menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksplanatori. Data dapat dikumpulkan melalui kuesioner kepada karyawan
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Kegiatan dilaksanakan secara luring di Balai RW Wiyung Brantas Permai, Kelurahan Wiyung, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, dengan melibatkan 17 pesertaKegiatan dilaksanakan secara luring di Balai RW Wiyung Brantas Permai, Kelurahan Wiyung, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, dengan melibatkan 17 peserta
E SIBERE SIBER Hasil menunjukkan bahwa semua variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return awal, baik secara parsial maupun bersamaan. NilaiHasil menunjukkan bahwa semua variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return awal, baik secara parsial maupun bersamaan. Nilai
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar perpustakaan pesantren masih dikelola secara konvensional, kurang memiliki prosedur operasional standar (SOP),Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar perpustakaan pesantren masih dikelola secara konvensional, kurang memiliki prosedur operasional standar (SOP),
UNISMUHUNISMUH Analisis data menggunakan statistik inferensial non-parametrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai koreksi kelas eksperimen untuk hasil belajarAnalisis data menggunakan statistik inferensial non-parametrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai koreksi kelas eksperimen untuk hasil belajar
UNISMUHUNISMUH Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan pemecahan masalah kolaboratif menggunakan masalah pengambilan keputusan, keterampilan berpikir kritisHasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan pemecahan masalah kolaboratif menggunakan masalah pengambilan keputusan, keterampilan berpikir kritis
Useful /
UNESAUNESA Penurunan minat belajar bahasa Jawa di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam upaya melestarikan bahasa dan budaya Jawa. Inovasi media pendidikanPenurunan minat belajar bahasa Jawa di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam upaya melestarikan bahasa dan budaya Jawa. Inovasi media pendidikan
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Diharapkan program ini dapat menjadi model pemulihan berbasis masyarakat yang secara berkelanjutan mengintegrasikan aspek lingkungan dengan kesehatan mentalDiharapkan program ini dapat menjadi model pemulihan berbasis masyarakat yang secara berkelanjutan mengintegrasikan aspek lingkungan dengan kesehatan mental
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Hambatan dalam Penerapan Ilmu Tajwid dalam Membaca Al-Quran Peserta Didik Kelas X SMKN 1 Bagor Tahun Pelajaran 2017/2018 - Masih banyak siswa yang belumHambatan dalam Penerapan Ilmu Tajwid dalam Membaca Al-Quran Peserta Didik Kelas X SMKN 1 Bagor Tahun Pelajaran 2017/2018 - Masih banyak siswa yang belum
UMBUMB Penelitian ini tidak mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan Aji (2012) bahwa faktor ukuran komite audit memberikan pengaruh terhadap manajemenPenelitian ini tidak mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan Aji (2012) bahwa faktor ukuran komite audit memberikan pengaruh terhadap manajemen