UNESAUNESA

Indonesia Journal of Local Wisdom EducationIndonesia Journal of Local Wisdom Education

Penurunan minat belajar bahasa Jawa di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam upaya melestarikan bahasa dan budaya Jawa. Inovasi media pendidikan digital diperlukan untuk menarik minat mereka, salah satunya melalui permainan edukatif Dolanan Monopoli. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh permainan terhadap minat belajar bahasa Jawa menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, melibatkan 50 responden yang memainkan Dolanan Monopoli dan mengisi UEQ yang mencakup enam dimensi: daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan keunikan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor rata-rata minat belajar bahasa Jawa, dari 2,7 sebelum bermain menjadi 4,3 setelah bermain. Statistik uji t-berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), mengindikasikan kontribusi positif Dolanan Monopoli dalam meningkatkan minat belajar bahasa Jawa. Temuan ini menunjukkan bahwa Dolanan Monopoli memiliki potensi menjadi media belajar interaktif yang efektif untuk melestarikan bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Rekomendasi pengembangan termasuk penambahan fitur belajar yang lebih mendalam dan kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk implementasi yang lebih luas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan edukatif Dolanan Monopoli memiliki dampak positif terhadap minat belajar bahasa Jawa di kalangan generasi muda.Analisis menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) mengungkapkan bahwa permainan ini berhasil menciptakan pengalaman pengguna yang menarik, jelas, efisien, dan inovatif, dengan skor tertinggi pada dimensi stimulasi.Peningkatan skor rata-rata minat belajar bahasa Jawa dari 2,7 sebelum bermain menjadi 4,3 setelah bermain, serta hasil uji t-berpasangan (p < 0,05), menunjukkan bahwa pengalaman positif dalam memainkan Dolanan Monopoli berkontribusi signifikan terhadap peningkatan minat belajar bahasa Jawa.Kesimpulannya, Dolanan Monopoli tidak hanya berfungsi sebagai media belajar, tetapi juga sebagai alat untuk melestarikan bahasa Jawa melalui pendekatan digital yang sesuai dengan generasi muda yang melek teknologi.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa rekomendasi dapat diajukan untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, untuk meningkatkan efektivitas belajar, pengembang Dolanan Monopoli dapat menambahkan fitur belajar yang lebih mendalam, seperti variasi tingkat kesulitan atau modul khusus untuk aspek-aspek bahasa Jawa, termasuk ungguh-ungguh (tingkatan sopan santun). Kedua, kolaborasi dengan institusi pendidikan dapat memungkinkan Dolanan Monopoli diimplementasikan di sekolah sebagai bagian dari kurikulum atau program ekstrakurikuler, sehingga lebih banyak siswa dapat menikmati pendekatan belajar interaktif ini. Ketiga, penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan permainan ini terhadap keterampilan dan minat siswa dalam belajar bahasa Jawa.

Read online
File size233.91 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test