NURISNURIS

Journal of Linguistics and Social StudiesJournal of Linguistics and Social Studies

Penelitian ini mengkaji lanskap linguistik sebagai media penyampaian informasi publik di area layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk penanda, menganalisis fungsi informasionalnya, serta menilai efektivitasnya dalam mendukung layanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam kajian lanskap linguistik. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi visual, dan teknik catat terhadap berbagai penanda di area layanan perpustakaan dan kearsipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda didominasi oleh signage top-down yang diproduksi institusi. Sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia secara monolingual, sedangkan beberapa lainnya menggunakan bentuk bilingual Indonesia–Inggris atau istilah asing terbatas. Penanda berfungsi sebagai sarana informasi dan regulasi layanan, seperti petunjuk arah, prosedur layanan, label fasilitas, klasifikasi koleksi, larangan, dan alur pelayanan. Secara umum, penanda efektif mendukung komunikasi publik melalui penggunaan bahasa yang ringkas, formal, dan direktif, meskipun masih ditemukan keterbatasan pada kepadatan teks, ukuran huruf, penggunaan istilah teknis, dan konsistensi bahasa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa lanskap linguistik pada ruang layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur membentuk sistem komunikasi publik yang didominasi oleh top-down signage sebagai representasi otoritas institusi pemerintah sekaligus media penyampaian informasi layanan.Penggunaan bahasa Indonesia secara monolingual menjadi bentuk yang paling dominan untuk mendukung standardisasi dan keterpahaman informasi, sedangkan penggunaan bilingual muncul secara terbatas pada penanda fasilitas tertentu.Fungsi informasional lebih menonjol dibandingkan fungsi regulatif, dengan efektivitas penyampaian pesan yang diperkuat oleh integrasi unsur verbal dan visual, seperti ikon, simbol, panah, dan tata letak.Temuan ini menegaskan bahwa lanskap linguistik tidak hanya berfungsi sebagai penanda ruang, tetapi juga sebagai instrumen komunikasi publik yang mendukung kualitas pelayanan pada institusi pemerintah.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan bahasa dalam signage, khususnya dalam hal keterbacaan dan pemahaman pengguna. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada aspek desain signage, seperti penggunaan warna, tipografi, dan tata letak, untuk meningkatkan efektivitas komunikasi visual. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran signage dalam membentuk identitas institusi dan praktik komunikasi publik, serta bagaimana signage dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna ruang layanan.

  1. PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA | Kongres Internasional Masyarakat Linguistik... kimli.mlindonesia.org/index.php/kimli/article/view/61PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA Kongres Internasional Masyarakat Linguistik kimli mlindonesia index php kimli article view 61
  2. Linguistic Landscape and Minority Languages: International Journal of Multilingualism: Vol 3, No 1. linguistic... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/14790710608668386Linguistic Landscape and Minority Languages International Journal of Multilingualism Vol 3 No 1 linguistic tandfonline doi abs 10 1080 14790710608668386
Read online
File size836.89 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test