UNSURUNSUR

JE (Journal of Empowerment)JE (Journal of Empowerment)

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Dusun Bolang, Desa Girimukti, Kabupaten Cianjur. Permasalahan yang dihadapi warga antara lain rendahnya kesadaran dalam memilah sampah, kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai, serta tidak optimalnya pemanfaatan alat pencacah organik yang tersedia. Dengan pendekatan partisipatif, tim pelaksana merancang solusi terpadu melalui edukasi lingkungan, pemberdayaan tokoh masyarakat, pelatihan pengolahan sampah organik, serta pengembangan sistem insentif digital berbasis aplikasi mobile. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan warga dalam pemilahan sampah dan tingginya antusiasme terhadap pelatihan pengolahan sampah organik. Selain itu, prototipe aplikasi mobile berhasil dikembangkan sebagai sarana pencatatan partisipasi sekaligus pemberian reward, yang mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini mencapai tingkat kesiapan teknologi (TKT) level 2, sehingga konsep yang diusulkan telah tervalidasi melalui implementasi di lapangan.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Bolang berhasil merespons tantangan pengelolaan sampah melalui solusi hulu-hilir yang memadukan edukasi, pemberdayaan, dan teknologi.Program ini berhasil mengaktifkan kembali fungsi alat pencacah sampah organik melalui pelatihan, meningkatkan kesadaran ekologi warga untuk tidak membuang sampah ke sungai, serta menghasilkan prototipe aplikasi mobile dan tempat sampah IoT sebagai infrastruktur pendukung sistem insentif yang terbukti efektif mendorong partisipasi awal warga.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai penerapan sistem insentif berbasis digital secara lebih luas di tingkat desa, untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku pengelolaan sampah dan tingkat partisipasi masyarakat secara menyeluruh. Kedua, perlu dikaji efektivitas integrasi aplikasi mobile dengan kelembagaan lokal seperti bank sampah atau kelompok tani hutan, untuk memahami bagaimana sistem insentif dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat tanpa ketergantungan pada pihak luar. Ketiga, penting untuk meneliti variasi bentuk insentif non-moneter maupun insentif berbasis kebutuhan lokal—seperti penukaran poin dengan layanan publik atau akses pendidikan—untuk menilai motivasi masyarakat yang lebih beragam dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.

  1. Changes in Waste Management Behavior in Supporting the Implementation of Green Economy in MSMEs | Journal... Doi.Org/10.23969/Jcbeem.V9i2.29436Changes in Waste Management Behavior in Supporting the Implementation of Green Economy in MSMEs Journal Doi Org 10 23969 Jcbeem V9i2 29436
  2. From Self-Reliance to State Recognition: Local Leadership and Social Capital in Transforming an Agrowisata... Doi.Org/10.31004/Riggs.V4i3.2399From Self Reliance to State Recognition Local Leadership and Social Capital in Transforming an Agrowisata Doi Org 10 31004 Riggs V4i3 2399
  3. Kesenjangan Desentralisasi dan Perlindungan Petani: Studi Implementasi UU No. 19 Tahun 2013 di Desa Tulo’a... journal.cattleyadf.org/index.php/Judge/article/view/1489Kesenjangan Desentralisasi dan Perlindungan Petani Studi Implementasi UU No 19 Tahun 2013 di Desa TuloAoa journal cattleyadf index php Judge article view 1489
Read online
File size824.77 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test