UINSIUINSI
Southeast Asian Journal of Islamic EducationSoutheast Asian Journal of Islamic EducationKebijakan-kebijakan ambisius di Indonesia, seperti Kurikulum Merdeka (2022) dan Peraturan Presiden tentang Penguatan Moderasi Beragama (2023), telah menciptakan momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk transformasi pendidikan Islam. Namun, bukti empiris secara konsisten mengungkapkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di empat dimensi transformasi: integrasi teknologi digital, penguatan nilai-nilai moderasi agama, inovasi pedagogis, dan reformasi kurikulum. Penelitian ini melakukan tinjauan sistematis terhadap 55 studi terindeks Scopus (2020-2025) untuk mengidentifikasi jalur strategis untuk menjembatani kesenjangan ini. Temuan menunjukkan bahwa transformasi berkelanjutan membutuhkan integrasi lintas dimensi teknologi digital, moderasi agama, inovasi pedagogis, dan reformasi kurikulum, dengan moderasi agama dioperasionalisasikan melalui nilai-nilai wasatiyyah dan metode dialogis. Kesenjangan implementasi terbesar adalah kompetensi digital guru yang kurang dan keselarasan struktural yang lemah antara kebijakan dan praktik. Model konseptual integratif yang dibangun menunjukkan bahwa kesuksesan transformasi bergantung pada tiga pilar strategis: kepemimpinan institusional yang kuat, pengembangan kapasitas guru yang berkelanjutan, dan keselarasan koheren antara desain kebijakan dan kapasitas implementasi di lapangan.
Transformasi pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dicapai melalui inisiatif reformasi yang terfragmentasi.Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi digital, moderasi agama, inovasi pedagogis, dan pengembangan kurikulum paling efektif ketika selaras dalam kerangka kerja terintegrasi.Kesenjangan antara kebijakan dan praktik tidak hanya disebabkan oleh implementasi yang lemah, tetapi juga karena dimensi-dimensi ini sering kali dioperasionalisasikan tanpa kohesi lintas dimensi.Model konseptual integratif yang diusulkan menempatkan Kurikulum Merdeka sebagai kerangka struktural, teknologi digital sebagai media pengaktif, inovasi pedagogis sebagai mekanisme operasional, dan moderasi agama sebagai landasan normatif transformasi.Model ini menjelaskan mengapa reformasi kebijakan sering kali tetap dangkal dalam praktik ketika kepemimpinan lemah, kapasitas guru terbatas, dan budaya institusi tidak mendukung perubahan pedagogis yang berorientasi moderasi.Penelitian ini mengidentifikasi tiga pilar strategis implementasi yang berhasil.kepemimpinan institusional yang kuat, pengembangan kapasitas guru yang berkelanjutan, dan keselarasan antara desain kebijakan dan kapasitas implementasi.
Untuk memperkuat transformasi pendidikan Islam di Indonesia, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan kerangka evaluasi yang kuat untuk mengukur transfer perilaku jangka panjang nilai-nilai moderasi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi implementasi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan kebijakan-praktik melalui pendekatan terintegrasi. Penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana kepemimpinan institusional yang kuat, pengembangan kapasitas guru yang berkelanjutan, dan keselarasan antara kebijakan dan praktik dapat diwujudkan dalam berbagai konteks institusi pendidikan Islam. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kerangka kerja yang lebih komprehensif dan teruji secara empiris untuk transformasi pendidikan Islam di Indonesia.
- Exploring Islamic-Oriented Cooperative Learning through Faith-Driven Collaboration in among University... ijlter.org/index.php/ijlter/article/view/14320Exploring Islamic Oriented Cooperative Learning through Faith Driven Collaboration in among University ijlter index php ijlter article view 14320
- Grounding Islamic Education Transformation in Religious Moderation: Bridging the Policy-Practice Gap... doi.org/10.21093/sajie.v9i1.12560Grounding Islamic Education Transformation in Religious Moderation Bridging the Policy Practice Gap doi 10 21093 sajie v9i1 12560
- A recent study on islamic religious education teachers’ competencies in the digital age: a systematic... doi.org/10.11591/edulearn.v19i2.21311A recent study on islamic religious education teachersAo competencies in the digital age a systematic doi 10 11591 edulearn v19i2 21311
| File size | 685.5 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
SANAGUSTINSANAGUSTIN Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: (1) Kelompok tinggi menunjukkan metacognition yang mapan dan kelancaran representasi berlapis di seluruhHasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: (1) Kelompok tinggi menunjukkan metacognition yang mapan dan kelancaran representasi berlapis di seluruh
UNIFLORUNIFLOR Kemampuan pemecahan masalah matematika adalah kompetensi penting yang memungkinkan siswa menerapkan konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata. Namun,Kemampuan pemecahan masalah matematika adalah kompetensi penting yang memungkinkan siswa menerapkan konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata. Namun,
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Data bersumber dari artikel jurnal, buku akademik, laporan penelitian, kebijakan pendidikan, dan dokumen resmi periode 2020–2026 yang dipilih secaraData bersumber dari artikel jurnal, buku akademik, laporan penelitian, kebijakan pendidikan, dan dokumen resmi periode 2020–2026 yang dipilih secara
UINSIUINSI The successful implementation of the Merdeka Curriculum in Al-Quran Hadith instruction goes beyond mere curriculum compliance and largely depends on teachersThe successful implementation of the Merdeka Curriculum in Al-Quran Hadith instruction goes beyond mere curriculum compliance and largely depends on teachers
UM SURABAYAUM SURABAYA Pariwisata merupakan salah satu sektor penyumbang devisa terbesar di Provinsi Bali. Pengembangan pariwisata berkelanjutan sangat penting untuk dilakukanPariwisata merupakan salah satu sektor penyumbang devisa terbesar di Provinsi Bali. Pengembangan pariwisata berkelanjutan sangat penting untuk dilakukan
MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE Menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan perpustakaan kualitatif - yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografiMenggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan perpustakaan kualitatif - yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi
SANAGUSTINSANAGUSTIN Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap analisisMetode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap analisis
STAIN MADINASTAIN MADINA Amalan-amalan tersebut membantu memperkuat kesadaran spiritual, ketenangan batin, dan komitmen untuk berubah ke arah yang lebih baik. Strategi komunikasiAmalan-amalan tersebut membantu memperkuat kesadaran spiritual, ketenangan batin, dan komitmen untuk berubah ke arah yang lebih baik. Strategi komunikasi
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan kesehatan yang rutin oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang Pap Smear, terutama diPenelitian ini menekankan pentingnya pendidikan kesehatan yang rutin oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang Pap Smear, terutama di
SARI MUTIARASARI MUTIARA Riwayat Artikel: Tanggal Dikirim: 04 Agustus 2025. Tanggal Diterima: 05 Agustus 2025. Tanggal Dipublikasi: 05 Agustus 2025. Kata Kunci: ketidakpatuhan;Riwayat Artikel: Tanggal Dikirim: 04 Agustus 2025. Tanggal Diterima: 05 Agustus 2025. Tanggal Dipublikasi: 05 Agustus 2025. Kata Kunci: ketidakpatuhan;
LPPM STIEATMABHAKTILPPM STIEATMABHAKTI Berdasarkan hasil analisis, perceived usefulness dan perceived ease of use tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna SPayLater, sedangkanBerdasarkan hasil analisis, perceived usefulness dan perceived ease of use tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna SPayLater, sedangkan
RAHARJARAHARJA Pendidikan di era digitalisasi saat ini menuntut kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasiPendidikan di era digitalisasi saat ini menuntut kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi