PISCIENCEPISCIENCE

CMACMA

Pengembangan terapi berbasis cahaya dengan target spesifik saat ini mendapat perhatian yang signifikan. Dalam penelitian ini, kami melaporkan evaluasi kompleks molibdenum(0) mer-trikarbonyl baru dengan ligand samping benzil isonikotinoyl hidrazon (BIH) sebagai molekul pelepas karbon monoksida (PhotoCORM) dengan aksi ganda. Karakterisasi spektroskopik (IR, NMR) dan analisis elemen mengkonfirmasi geometri oktahedral meridional kompleks trikarbonyl dengan pola substitusi para pada nitrogen piridinik ligand samping. Analisis FTIR menunjukkan bahwa ligand mengurangi backbonding π logam-ligand, melemahkan ikatan Mo-C. Perhitungan TD-DFT menunjukkan transfer muatan logam-ligand (MLCT) yang sangat diizinkan dalam daerah cahaya tampak (λmax = 587,45 nm) yang memicu proses fotolisis. Bukti eksperimen menunjukkan bahwa kompleks mengalami dekomposisi cepat (k = 9,7x10-2 s-1) saat irradiasi. CO yang dilepaskan berhasil dikirimkan ke situs heme biologis, seperti MbCO. Simulasi docking molekuler menunjukkan kemungkinan target situs aktif Keap1 (PDB: 4L7B) dan protein bakteri esensial; LasR (PDB: 3IX3), MRSA PBP2a (PDB:5M18) dan DNA Gyrase E. coli (PDB: 6F86). Uji antibakteri in vitro menunjukkan penghambatan pertumbuhan signifikan terhadap S. aureus, E. coli, dan P. aeruginosa secara dosis-tergantung. Hasil ini menunjukkan potensi besar kompleks PhotoCORM baru sebagai agen antimikroba sinergis.

Kompleks baru mer-[Mo(CO)3(BIH)3] berhasil disintesis dan karakterisasi menggunakan teknik spektroskopik.Evaluasi eksperimental dan teoretis menunjukkan potensi sebagai terapi sinergis yang diaktifkan cahaya.Analisis spektral menunjukkan efek penarik elektron kuat dari atom nitrogen pada posisi para, melemahkan ikatan π-backbonding Mo-C dan meningkatkan laju pelepasan CO (kCO = 9,7x10-2 s-1).Perhitungan TD-DFT mengidentifikasi transisi MLCT yang kuat pada 587,45 nm sebagai pemicu fotolisis, memvalidasi fotolabilitas kompleks molybdenum(0).Desain struktural kompleks memungkinkan mekanisme terapi dual-aksi, memastikan pelepasan CO dan ligand ancillary yang difungsikan secara tepat.Uji in vitro mendukung tindakan spektrum luas kompleks, menunjukkan potensi sebagai platform tunable untuk terapi antibakteri dan anti-inflamasi target.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan ligand samping alternatif untuk meningkatkan efisiensi pelepasan CO dan aktivitas antibakteri. Selain itu, studi in vivo diperlukan untuk mengevaluasi toksisitas, distribusi jaringan, dan efektivitas terapeutik kompleks dalam model hewan. Pengembangan metode pengiriman target yang lebih spesifik, seperti penggunaan nanopartikel atau sistem pelepasan bertahap, dapat meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi berbasis PhotoCORM. Penelitian juga dapat fokus pada mekanisme sinergis antara CO dan ligand ancillary dalam menghambat jalur patogenik bakteri, serta studi tentang potensi antioksidan kompleks dalam mengatasi stres oksidatif seluler.

Read online
File size1.23 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test