UNNESUNNES

Indonesian Journal of Agrarian LawIndonesian Journal of Agrarian Law

Rusunawa Juwana adalah proyek perumahan vertikal yang dibangun pada tahun 2016 dengan anggaran total Rp28,9 miliar, yang berasal dari alokasi dana pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Proyek ini dirancang sebagai solusi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama yang terdampak banjir di wilayah Pati, Jawa Tengah, dengan harapan meningkatkan kualitas hidup melalui perumahan yang aman, layak, dan terjangkau. Namun, dalam enam tahun operasional, kondisi bangunan mengalami kerusakan serius, terutama kebocoran atap dan dinding yang menyebabkan tumbuhnya jamur dan lumut, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan penghuni tetapi juga berdampak pada kesehatan mereka. Situasi ini menyebabkan minat publik yang rendah untuk menempati unit perumahan, meskipun sewa relatif murah. Artikel ini bertujuan menganalisis penyebab kegagalan fungsi Rusunawa Juwana menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan data sekunder, termasuk laporan media dan dokumen publik. Analisis menunjukkan bahwa kegagalan ini disebabkan oleh faktor kritis seperti perencanaan teknis dan pengawasan yang buruk selama pengembangan, sistem pemantauan pasca-pengembangan yang lemah, serta kurangnya anggaran pemeliharaan yang dialokasikan oleh pemerintah daerah setelah tanggung jawab manajemen diserahkan dari pemerintah pusat.

Kegagalan fungsi Rusunawa Juwana mencerminkan masalah struktural dalam pengelolaan perumahan bersubsidi di Indonesia.Kerusakan serius pada bangunan, seperti kebocoran atap dan dinding, menyebabkan ketidaknyamanan dan risiko kesehatan bagi penghuni.Minimnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan koordinasi yang tidak efektif antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor utama.Selain itu, kurangnya anggaran pemeliharaan dan evaluasi pasca-konstruksi memperparah kondisi bangunan.Solusi jangka panjang memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan perencanaan teknis yang lebih baik, partisipasi aktif masyarakat, serta koordinasi yang lebih baik antara pihak-pihak terkait.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Rusunawa terhadap keberlanjutan proyek. 2. Studi tentang model pendanaan pemeliharaan yang berkelanjutan untuk perumahan bersubsidi di daerah rawan banjir. 3. Evaluasi struktur tata kelola pemerintah daerah dalam mengelola aset publik seperti Rusunawa untuk memastikan akuntabilitas dan efisiensi.

Read online
File size2.99 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test