UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Just a moment...Just a moment...

Limbah kulit biji kakao (Theobroma cacao L.) adalah produk sampingan agroindustri yang kurang dimanfaatkan dengan potensi sebagai sumber protein nabati alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan ekstraksi fraksi konsentrasi protein dari limbah kulit biji kakao (CBS) menggunakan Metode Permukaan Respons (RSM) dan mengevaluasi karakteristik kimianya serta aktivitas antioksidannya. Ekstraksi protein dilakukan dengan makerasasi alkali dengan pengadukan magnetik dengan variasi pH, waktu ekstraksi, dan rasio pelarut-padatan. Optimasi dilakukan menggunakan Rancangan Box-Behnken (BBD). Model regresi kuadratik menggambarkan data eksperimental dengan baik, dengan Adjusted R² sebesar 0,9490 dan Predicted R² sebesar 0,9549, sedangkan kurangnya kesesuaian tidak signifikan (p > 0,05). Di antara variabel ekstraksi, pH menunjukkan efek yang paling signifikan pada pemulihan protein (p < 0,0001). Kondisi optimum adalah pH 12, waktu ekstraksi 90 menit, dan rasio pelarut-padatan 0,104 g/mL, yang menghasilkan hasil pemulihan yang diprediksi sebesar 1,33% dengan nilai desirabilitas 0,996. Meskipun hasil pemulihan relatif rendah, kondisi yang dioptimalkan memberikan informasi dasar untuk perbaikan proses di masa depan. Fraksi konsentrasi protein yang dihasilkan mengandung 1,30 ± 0,11% hasil, 13,67 ± 0,42% protein, 5,98 ± 0,31% abu, 1,88 ± 0,03% lemak, dan 5,30 ± 0,28% kandungan air. Analisis SDS-PAGE mengungkapkan lima pita protein dengan rentang 15-78 kDa, sedangkan analisis FTIR mengonfirmasi kelompok fungsional protein dan senyawa fenolik yang khas. Asam amino utama yang diidentifikasi adalah tirosin (6,31 mg/g), glutamat (1,72 mg/g), dan asam aspartat (1,68 mg/g). Aktivitas antioksidan relatif lemah, dengan nilai IC₅₀ sebesar 1020,38 ± 19,53 ppm dan 1820,68 ± 39,12 ppm dalam uji DPPH dan FRAP, masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah CBS memiliki potensi sebagai sumber bahan baku protein kaya yang berkelanjutan. Namun, intensifikasi proses dan modifikasi pasca-ekstraksi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan pemulihan protein dan sifat fungsionalnya.

Penelitian ini berhasil mengoptimalkan pengayaan protein dari limbah kulit biji kakao (CBS) menggunakan Metode Permukaan Respons, menghasilkan hasil maksimum sebesar 1,33% dalam kondisi optimum (pH 12, 90 menit, dan rasio pelarut 0,104 g/mL).Fraksi konsentrasi protein yang dihasilkan mengandung 1,30 ± 0,11% hasil, 13,67 ± 0,42% protein, 5,98 ± 0,31% abu, 1,88 ± 0,03% lemak, dan 5,30 ± 0,28% kandungan air, serta menunjukkan aktivitas antioksidan yang relatif lemah, dengan nilai IC₅₀ sebesar 1020,38 ± 19,53 ppm (DPPH) dan 1820,68 ± 39,12 ppm (FRAP).Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun limbah CBS mengandung fraksi protein yang dapat dipulihkan, fungsionalitas antioksidannya tetap terbatas, kemungkinan karena interaksi protein-polifenol yang kuat dan dominasi protein utuh dengan berat molekul tinggi.Namun, penelitian ini menunjukkan kelayakan mengolah limbah CBS sebagai sumber protein nabati berkelanjutan.Penelitian ini memberikan dasar untuk perbaikan di masa depan melalui hidrolisis enzim, teknologi ekstraksi yang dibantu, atau fraksinasi peptida untuk meningkatkan pemulihan protein dan bioaktivitasnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:. . 1. Optimasi proses ekstraksi protein dari limbah kulit biji kakao menggunakan teknologi ekstraksi yang dibantu, seperti ekstraksi dengan bantuan ultrasonik atau microwave, untuk meningkatkan efisiensi pemulihan protein dan mengurangi waktu ekstraksi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai parameter proses dan mengevaluasi pengaruhnya pada pemulihan protein dan sifat fungsionalnya.. . 2. Modifikasi pasca-ekstraksi fraksi konsentrasi protein untuk meningkatkan aktivitas antioksidan. Penelitian ini dapat melibatkan hidrolisis enzim atau fermentasi untuk menghasilkan peptida dengan berat molekul rendah yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi. Studi ini dapat mengevaluasi efek modifikasi pada profil amino asam, struktur protein, dan aktivitas antioksidan.. . 3. Evaluasi aspek nutrisi dan keamanan makanan fraksi konsentrasi protein dari limbah kulit biji kakao. Penelitian ini dapat mencakup analisis protein digestibilitas, kandungan anti-nutrien, dan kualitas mikrobiologis. Hasil penelitian ini akan memberikan wawasan tentang potensi penggunaan fraksi konsentrasi protein dalam aplikasi makanan dan nutrisi.

  1. Optimasi Ekstraksi Pati Jagung Madura-3 Berdasarkan Lama Perendaman dan Konsentrasi NaOH | Mojiono |... journal.trunojoyo.ac.id/rekayasa/article/view/6429Optimasi Ekstraksi Pati Jagung Madura 3 Berdasarkan Lama Perendaman dan Konsentrasi NaOH Mojiono journal trunojoyo ac rekayasa article view 6429
Read online
File size823.94 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test