UMUM

Jurnal Sosiologi Pendidikan HumanisJurnal Sosiologi Pendidikan Humanis

Artikel ini melihat bahwa konsep gender yang berlaku pada setiap mahasiswa didapatkan melalui sosialisasi, enkulturasi, internalisasi dari agen sosialisasi yang berbeda-beda. Selain itu, penelitian ini juga mengulas lebih dalam kaitan konsep gender dengan pilihan style fashion pada kelompok sosial yang khusus, yaitu mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologi untuk menelusuri dan menggali pengalaman sosialisasi, internalisasi, dan enkulturasi gender para mahasiswa, dan kaitan antara hal itu dengan pilihan style fashion mereka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat/tidak terdapat kaitan antara gender dan pilihan style fashion mahasiswa. Dalam hasil penelitian ini melihat fashion sebagai salah satu media dalam mengekspresikan identitas gender. Meskipun mahasiswa menunjukkan fleksibilitas dalam pilihan fashion dengan menyesuaikan dengan konteks sosial, acara tertentu, dan kenyamanan pribadi dengan berusaha untuk menerapkan sosialisasi, enkulturasi, dan internalisasi gender yang didapatkan sejak kecil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa fashion bagi para mahasiswa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan identitas dan citra diri mereka, salah satunya mengenai gender.Norma gender yang ditanamkan sejak kecil oleh keluarga melalui sosialisasi, enkulturasi, dan internalisasi gender masih berpengaruh pada pilihan style fashion para mahasiswa, meskipun mereka mulai menunjukkan fleksibilitas dan melampaui batasan-batasan gender konvensional.Fleksibilitas dalam style fashion ditunjukkan dengan menyesuaikan gaya mereka dengan konteks sosial, acara tertentu, dan kenyamanan pribadi.Selain itu, pemahaman gender yang semakin luas mendorong para mahasiswa untuk mengekspresikan identitas gender mereka dengan lebih bebas dan autentik melalui style fashion.Bagi mahasiswa konsep feminin dan maskulin dalam fashion dianggap sebagai konstruksi sosial yang dapat dikonstruksi dan diinterpretasikan ulang oleh setiap individu.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak budaya lokal terhadap konstruksi gender dalam pilihan fashion mahasiswa di daerah pedesaan, yang mungkin memiliki dinamika berbeda dibandingkan kota besar. Selain itu, studi tentang peran media sosial dalam memperkuat atau mengubah stereotip gender melalui representasi fashion di platform digital bisa menjadi arah baru. Terakhir, penelitian eksperimental yang menguji respons masyarakat terhadap pakaian unisex dalam konteks budaya Indonesia dapat memberikan wawasan tentang akseptasi konsep gender yang lebih inklusif.

  1. Fashion, Feminisme dan Hubungan Internasional : Perdebatan dalam Literatur | Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional.... journal.unpar.ac.id/index.php/JurnalIlmiahHubunganInternasiona/article/view/4220Fashion Feminisme dan Hubungan Internasional Perdebatan dalam Literatur Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional journal unpar ac index php JurnalIlmiahHubunganInternasiona article view 4220
  2. Gender and Culture Inclusivity in the Story of Hope Fashion Collection | ARCHive-SR. gender culture inclusivity... doi.org/10.21625/archive.v8i1.1046Gender and Culture Inclusivity in the Story of Hope Fashion Collection ARCHive SR gender culture inclusivity doi 10 21625 archive v8i1 1046
  3. Deconstruction of Gender Stereotypes Through Fashion | European Journal of Social Science Education and... doi.org/10.26417/ejser.v5i2.p185-190Deconstruction of Gender Stereotypes Through Fashion European Journal of Social Science Education and doi 10 26417 ejser v5i2 p185 190
Read online
File size375.24 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test