UMUM

Jurnal Sosiologi Pendidikan HumanisJurnal Sosiologi Pendidikan Humanis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pinjaman online (pinjol) terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di Kota Bandung. Pinjaman online telah menjadi fenomena yang signifikan dalam masyarakat modern saat ini, khususnya di kalangan mahasiswa yang cenderung rentan terhadap pengaruh ekonomi digital. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebayak 12 orang terdiri dari informan kunci yaitu mahasiswa 10 orang dan 2 orang informan pendukung. Lokasi penelitian dilakukan di lingkungan kampus UPI Setiabudhi dan Universitas Pasundan Kota Bandung. Analisis teori menggunakan konsep masyarakat beresiko (risk society) menurut Ulrich Beck untuk menganalisis perubahan dalam masyarakat modern yang semakin dipenuhi oleh risiko-risiko kompleks dalam konteks pinjol dan perilaku konsumtif mahasiswa. Hasil penelitian ini bahwa pinjaman online memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Faktor-faktor seperti kemudahan akses, promosi produk, dan tekanan sosial mendorong mahasiswa untuk mengambil pinjaman online, sehingga mempengaruhi kebiasaan konsumtif mereka. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa di Kota bandung menggunakan uang dari pinjaman online tersebut mereka pergunakan untuk kebutuhan dan gaya hidup konsumtif dan hedonisme seperti nongkrong, berfoya-foya, liburan, nonton konser, hiburan malam (clubbing) membeli barang elektronik dan kebiasaan pamer barang (flexing) di media sosial.

Pinjaman online memberikan dampak positif dan negatif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di Kota Bandung.Dampak positif meliputi bantuan finansial darurat, sementara dampak negatif mencakup peningkatan utang, tekanan psikologis, dan risiko penagihan ilegal.Mahasiswa cenderung menggunakan pinjaman online untuk kebutuhan konsumtif dan hedonistik, seperti belanja elektronik dan hiburan.Penelitian ini menekankan pentingnya literasi keuangan dan regulasi yang lebih ketat untuk mengurangi risiko pinjaman online.

Berdasarkan hasil penelitian, tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Mempelajari dampak jangka panjang pinjaman online terhadap kesehatan mental mahasiswa, khususnya yang mengalami gagal bayar. (2) Mengkaji efektivitas regulasi OJK dalam menekan praktik pinjaman ilegal dan melindungi konsumen. (3) Mengembangkan program literasi keuangan berbasis teknologi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengelola pinjaman online. Penelitian ini dapat memberikan dasar untuk kebijakan yang lebih inklusif dan perlindungan konsumen yang lebih kuat.

  1. PANDEMI COVID-19, MEMULUSKAN BISNIS PENIPUAN BERKEDOK JASA PINJAMAN UANG | Rahma | SUPREMASI: Jurnal... doi.org/10.26858/supremasi.V16i1.19680PANDEMI COVID 19 MEMULUSKAN BISNIS PENIPUAN BERKEDOK JASA PINJAMAN UANG Rahma SUPREMASI Jurnal doi 10 26858 supremasi V16i1 19680
Read online
File size420.81 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test