UMUM

Jurnal Sosiologi Pendidikan HumanisJurnal Sosiologi Pendidikan Humanis

Ketika keberagaman dalam beragama di masyarakat tidak disikapi dengan bijak menjadi sebuah sumber konflik antar umat beragama. Adanya ketidakselarasan antara harapan untuk hidup rukun dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat mendorong sebuah urgensi terhadap internalisasi nilai dan aktivitas untuk menciptakan kerukunan di masyarakat. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai interaksi antar umat beragama pada masyarakat Kampung Toleransi sebagai wujud internalisasi kerukunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa interaksi antar umat beragama yang dibangun oleh Kampung Toleransi terus dilakukan dan disampaikan secara kultural oleh berbagai pihak. Sehingga interaksi mengakar dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mewujudkan kerukunan pada masyarakat.

Kerukunan umat beragama pada masyarakat dapat terwujud salah satunya ialah dengan menjaga agar interaksi antar umat beragama tetap terjalin dengan baik.Pewarisan interaksi antar umat beragama dapat dilakukan secara kultural melalui lembaga keluarga.Interaksi dihasilkan melalui sebuah proses berdasarkan pengalaman dan aktivitas sosial sehingga membutuhkan lembaga sosial salah satunya keluarga untuk mendukung proses tersebut.Sebagai pendidikan pertama, keluarga berperan penting dalam menumbuhkan dan mewariskan sikap toleransi sehingga kerukunan pada masyarakat tetap terjaga.Kerukunan antar umat beragama pada Kampung Toleransi dapat terwujud sebab adanya interaksi antar umat beragama pada masyarakat.Dengan adanya harapan dan keinginan masyarakat dan tokoh setempat dapat menumbuhkan sikap dimana masyarakat mendapatkan ruang untuk memilih dan menjalankan agamanya.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah pengembangan model interaksi antar umat beragama yang dapat diimplementasikan secara general dan sederhana. Model ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membina dan mempertahankan kerukunan melalui lembaga keluarganya masing-masing. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh keluarga dalam menumbuhkan sikap toleransi dan kerukunan di lingkungan keluarga. Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah dan sederhana memahami pentingnya interaksi antar umat beragama dan menjaga kerukunan di masyarakat.

  1. ADAPTASI SOSIAL DAN POLA PERMUKIMAN DI KAMPUNG TOLERANSI BANDUNG | Jurnal RISA (Riset Arsitektur). adaptasi... doi.org/10.26593/.v5i02.4733.190-206ADAPTASI SOSIAL DAN POLA PERMUKIMAN DI KAMPUNG TOLERANSI BANDUNG Jurnal RISA Riset Arsitektur adaptasi doi 10 26593 v5i02 4733 190 206
Read online
File size195.71 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test