UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Just a moment...Just a moment...

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas di fasilitas kesehatan primer merupakan kebutuhan dasar untuk mencegah infeksi nosokomial dan memastikan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kualitas mikrobiologi dan parameter fisikokimia air bersih di Puskesmas Kalideres dan unit pendukungnya berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Pengambilan sampel dan pengujian di 11 lokasi dilakukan menggunakan metode aseptik grab sampling sesuai dengan kombinasi standar internasional ISO, standar nasional Indonesia (SNI), metode standar APHA, dan instruksi kerja laboratorium (IK). Hasil menunjukkan degradasi kualitas air yang signifikan, terutama pada parameter mikrobiologi, di mana lokasi seperti Pustu Pegadungan 1 menunjukkan tingkat koliform total melebihi >1000 koloni/100ml, dan unit Puskesmas Kalideres terkontaminasi koliform total dan E. coli dengan konsentrasi melebihi >1000 koloni/100ml. Parameter fisik menunjukkan nilai kritis untuk kekeruhan di Pustu Kamal 2, mencapai 19,10 NTU, jauh melebihi batas regulasi 3 NTU. Secara kimia, konsentrasi mangan (Mn) terdeteksi melebihi ambang batas 0,1 mg/L di Pustu Pegadungan 4 (0,2455 mg/L) dan Pustu Pegadungan 2 (0,1227 mg/L). Kesimpulannya, kualitas air di sebagian besar fasilitas kesehatan primer di wilayah Kalideres dalam kondisi mengkhawatirkan karena kontaminasi bakteriologis yang besar dan ketidakpatuhan terhadap beberapa parameter fisikokimia. Situasi ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk intervensi teknis, termasuk implementasi sistem pengolahan air dan protokol desinfeksi yang lebih ketat, untuk mengurangi risiko kesehatan bagi staf medis dan masyarakat umum.

Kualitas air di fasilitas kesehatan primer wilayah Kalideres secara umum gagal memenuhi standar kesehatan lingkungan Permenkes No.2/2023 akibat risiko kontaminasi multi-parameter yang signifikan.Titik panas kritis ditandai oleh polusi bakteriologis besar dengan koliform total dan E.coli > 1000 koloni/100 mL di Puskesmas Kalideres, koliform total di Pustu Pegadungan 1, degradasi fisik ekstrem dalam kekeruhan (19,10 NTU) di Pustu Kamal 2, dan tingkat mangan kimia yang tinggi (0,2455 mg/L) di area Pegadungan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak urbanisasi berkelanjutan terhadap kualitas air bersih di lingkungan perkotaan padat seperti Kalideres, khususnya dalam konteks pengaruh kepadatan penduduk terhadap kontaminasi bakteriologis. Selain itu, studi tentang efektivitas teknologi pengolahan air alternatif seperti filter karbon aktif atau sistem desinfeksi berbasis ozon perlu dieksplorasi sebagai solusi untuk mengatasi kontaminasi mangan dan koliform. Terakhir, evaluasi kinerja protokol desinfeksi yang ada di fasilitas kesehatan primer, terutama dalam konteks penggunaan klorin dan potensi hambatan dari kekeruhan tinggi, dapat memberikan wawasan untuk pengembangan strategi pencegahan infeksi yang lebih efektif.

  1. Biofilm Formation in Water Distribution Systems. biofilm formation water distribution systems next article... mdpi.com/2227-9717/12/2/280Biofilm Formation in Water Distribution Systems biofilm formation water distribution systems next article mdpi 2227 9717 12 2 280
  2.  . 0 doi.org/10.3390/w15162964A 0 doi 10 3390 w15162964
  3.  . 0 mdpi.com/2073-4441/16/16/2275A 0 mdpi 2073 4441 16 16 2275
  4. Spatial Analysis of Groundwater Abstraction and Land Subsidence for Planning the Piped Water Supply in... mdpi.com/2073-4441/14/20/3197Spatial Analysis of Groundwater Abstraction and Land Subsidence for Planning the Piped Water Supply in mdpi 2073 4441 14 20 3197
Read online
File size692.25 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test