UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Just a moment...Just a moment...

Penyakit Alzheimer (AD) tetap menjadi gangguan neurodegeneratif progresif yang signifikan dengan efektivitas terapeutik yang terbatas, terutama menargetkan asetilkolinesterase (AChE), dengan tantangan besar terkait penetrasi penghalang darah-otak (BBB). Studi ini bertujuan untuk melakukan screening kecocokan obat, profil ADMET, dan prediksi penetrasi BBB dari derivatif indoloquinoxaline sebagai kandidat anti-Alzheimer CNS menggunakan SwissADME sebagai platform komputasi tunggal. Sebanyak 36 senyawa, yang terdiri dari 31 derivatif indoloquinoxaline dan lima obat anti-Alzheimer referensi, dianalisis secara in silico menggunakan lima filter farmakokinetik (Lipinski, Ghose, Veber, Egan, dan Muegge), diikuti oleh penilaian lipofilisitas (rentang LogP Konsensus: 2,59–5,39), berat molekul, ikatan rotatable, ikatan hidrogen, dan evaluasi kimia farmasi. Semua 36 senyawa memenuhi kriteria Lipinski dan Veber dengan kepatuhan 100%, sementara filter Ghose, Egan, dan Muegge mengidentifikasi 3, 2, dan 8 pelanggaran masing-masing, terutama karena lipofilisitas berlebihan pada substituen seperti –CF₃ dan grup tert-butyl. Senyawa yang diteliti menunjukkan profil MW (219,24–400,52 Da), LogP (2,88–4,95 untuk sebagian besar), dan TPSA (30,71–54,50 Ų) yang kompatibel dengan CNS. Sebanyak 29 dari 31 senyawa yang disintesis (93,5%) diprediksi sebagai permeabel BBB. Selain itu, semua kandidat menunjukkan alert PAINS nol dan sebagian besar alert Brenk nol, menunjukkan karakteristik kimia farmasi yang menguntungkan dan risiko rendah intervensi bioassay tidak spesifik. Beberapa senyawa menunjukkan sifat fisika-kimia yang setara dengan obat anti-Alzheimer yang telah disetujui secara klinis (donepezil, galantamine, rivastigmine), menunjukkan potensi menjanjikan untuk pengembangan obat CNS yang lebih lanjut.

Studi ini mengevaluasi kecocokan obat, profil ADMET, dan potensi penetrasi BBB dari 31 derivatif indoloquinoxaline bersama lima obat anti-Alzheimer referensi (donepezil, galantamine, memantine, rivastigmine, dan tacrine) menggunakan SwissADME sebagai platform komputasi terpadu.Semua 36 senyawa menunjukkan kepatuhan penuh terhadap Aturan Lima Lipinski dan filter Veber (100%), sementara filter Ghose, Egan, dan Muegge mengidentifikasi 3, 2, dan 8 pelanggaran masing-masing, terutama karena lipofilisitas berlebihan yang diberikan oleh substituen –CF₃ dan tert-butyl pada senyawa 3i dan 3l.Nilai LogP Konsensus di seluruh rangkaian sintesis berkisar antara 2,88 hingga 4,95, sebagian besar dalam jendela CNS optimal, dan nilai TPSA (30,71–54,50 Ų) secara konsisten berada di bawah ambang batas permeabilitas CNS 90 Ų.Sebanyak 29 dari 31 senyawa yang disintesis (93,5%) diprediksi sebagai permeabel BBB oleh SwissADME.Profil inhibisi CYP450 menunjukkan aktivitas inhibisi CYP1A2 dan CYP3A4 yang luas di seluruh rangkaian, yang memerlukan pertimbangan risiko interaksi obat dalam setting polifarmasi yang umum pada pasien Alzheimer, sementara non-inhibisi CYP2C9 secara luas dikonservasi.Temuan ini menetapkan dasar farmakokinetik SwissADME berbasis untuk kerangka indoloquinoxaline dan memberikan kerangka struktur untuk optimisasi bahan bakar CNS dari kelas senyawa ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan substituen pada derivatif indoloquinoxaline agar meningkatkan permeabilitas BBB dengan mengurangi lipofilisitas berlebihan yang teridentifikasi. Kedua, studi in vivo perlu dilakukan untuk memvalidasi efektivitas dan keamanan senyawa yang menunjukkan potensi tinggi dalam prediksi in silico, terutama dalam model hewan yang merepresentasikan patofisiologi Alzheimer. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas derivatif indoloquinoxaline dengan obat anti-Alzheimer yang sudah ada dalam konteks multitarget interaksi, mengingat kemampuan mereka untuk menargetkan berbagai mekanisme patologis penyakit ini. Saran-saran ini dapat membuka jalan untuk pengembangan obat baru yang lebih efektif dan aman untuk pengobatan Alzheimer.

  1. Hydrogen-Bond Donors in Drug Design | Journal of Medicinal Chemistry. hydrogen bond donors drug design... doi.org/10.1021/acs.jmedchem.2c01147Hydrogen Bond Donors in Drug Design Journal of Medicinal Chemistry hydrogen bond donors drug design doi 10 1021 acs jmedchem 2c01147
  2. Pharmacokinetics and drug-likeness of antidiabetic flavonoids: Molecular docking and DFT study | PLOS... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0260853Pharmacokinetics and drug likeness of antidiabetic flavonoids Molecular docking and DFT study PLOS journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0260853
Read online
File size700.42 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test