UMKUMK

KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan SastraKREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra

Nama tempat tidak hanya berfungsi sebagai penanda, tetapi juga merepresentasikan identitas, sejarah, dan nilai budaya masyarakat. Dalam kajian toponimi, nama gampong mencerminkan hubungan antara manusia, lingkungan, dan sistem sosial budaya. Namun, pemahaman masyarakat terhadap asal-usul nama tempat cenderung menurun dan sebagian besar hanya diwariskan secara lisan, sehingga berpotensi hilangnya memori kolektif. Di Bandar Dua, yang terdiri atas 45 gampong, penamaan wilayah tidak dilakukan secara acak, melainkan berkaitan dengan kondisi geografis, aktivitas sosial, dan nilai budaya. Namun, penelitian sebelumnya masih terbatas pada makna atau klasifikasi, serta belum banyak mengkaji aspek penamaan secara integratif. Selain itu, kajian toponimi di wilayah ini masih minim. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan toponimi nama gampong berdasarkan aspek perwujudan, kemasyarakatan, dan kebudayaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan 37 gampong berbasis aspek perwujudan, 21 kemasyarakatan, dan 1 kebudayaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif berbasis aspek penamaan yang menggabungkan dimensi linguistik, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan kajian toponimi serta pelestarian identitas dan warisan budaya lokal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa toponimi nama gampong di Bandar Dua secara sistematis dibentuk oleh tiga aspek penamaan utama.aspek perwujudan, aspek sosial, dan aspek kebudayaan.Temuan menunjukkan bahwa aspek perwujudan paling dominan, diikuti oleh aspek sosial, sedangkan aspek kebudayaan paling jarang ditemukan.Hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan alami menjadi referensi utama dalam penamaan gampong, mencerminkan orientasi ekologis kuat masyarakat setempat.Sementara itu, aktivitas sosial seperti pertanian, perdagangan, dan interaksi keagamaan juga berperan signifikan dalam membentuk nama tempat, sementara keyakinan budaya berkontribusi secara simbolis terhadap identitas lokal.Secara keseluruhan, nama gampong tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga merepresentasikan hubungan antara bahasa, lingkungan, dan masyarakat, serta menjadi tempat penyimpanan pengalaman sejarah dan pengetahuan lokal.

Penelitian lanjutan dapat menggabungkan teknologi peta digital untuk memvisualisasikan hubungan antara aspek penamaan dan lingkungan geografis di Bandar Dua, sehingga memudahkan pemahaman masyarakat. Selain itu, studi perbandingan antara toponimi di Bandar Dua dengan wilayah lain di Aceh bisa dilakukan untuk mengidentifikasi pola penamaan yang unik atau universal. Terakhir, penelitian tentang dampak perubahan lingkungan terhadap pergeseran makna nama tempat bisa menjadi arah baru, terutama mengingat adanya perubahan iklim dan aktivitas manusia yang memengaruhi ekosistem lokal.

Read online
File size219.45 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test