UNTANUNTAN

JMARS: Jurnal Mosaik ArsitekturJMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur

Singkawang adalah sebuah kota di Kalimantan Barat yang dikenal sebagai “Kota Pariwisata dengan kekayaan seni, budaya, dan tradisi dari tiga etnis utama: Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Keberagaman ini menjadi modal penting dalam pengembangan ruang publik yang mampu menampung berbagai kegiatan masyarakat sekaligus memperkuat interaksi sosial. Salah satu ruang publik yang memiliki peran strategis adalah taman kota, yang tidak hanya berfungsi sebagai area rekreasi, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, budaya, edukasi, dan pelestarian lingkungan. Perancangan ulang Taman Cahaya Madani Gayung Bersambut dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan ruang publik yang masih terbatas di Singkawang. Taman ini direncanakan sebagai fasilitas yang dapat mengakomodasi kegiatan rekreasi, pertunjukan seni, pameran, hingga edukasi lingkungan dan budaya. Selain mempercantik tampilan visual kota, taman juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekologi dan menjadi sarana pembelajaran bagi pengunjung. Tujuan dalam usulan perancangan ini adalah mendesain ulang taman Cahaya Madani agar dapat menjadi fasilitas penunjang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan kegiatan masyrakat dan kebudayaan yang ada di Kota Singkawang melalui tahapan analisis, sintesis, evaluasi, dan Iterasi serta perbaikan. Berada di lokasi yang strategis, taman ini diharapkan menjadi ikon baru yang inklusif, multifungsi, dan berkelanjutan, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan wisatawan.

Taman Cahaya Madani gayung Bersambut menciptakan wadah bagi Pengunjung, Pelaku UMKM, Pelaku Komunitas Kreatif dan masyarakat umum untuk berkumpul.Pengunjung berbagi minat terhadap hal kreatif, sarana edukasi, dan sarana rekreasi, serta terintegrasi dengan area komersil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Singkawang.Perancangan lansekap dan tata massa bangunan menggunakan analogi Alam yaitu bukit di kota Singkawang sebagai ciri khas perancangan yang fleksibel.

Berdasarkan latar belakang dan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: Pertama, penelitian tentang dampak desain fleksibel terhadap partisipasi masyarakat dalam ruang publik di Kota Singkawang. Kedua, analisis efektivitas integrasi elemen budaya lokal dalam perancangan taman kota untuk meningkatkan identitas kota. Ketiga, eksplorasi strategi pemeliharaan berkelanjutan yang menggabungkan teknologi hijau dan partisipasi komunitas. Penelitian ini dapat memperkaya kajian tentang ruang publik yang inklusif dan berdampak positif pada kualitas hidup masyarakat.

Read online
File size456.57 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test