UNTANUNTAN

JMARS: Jurnal Mosaik ArsitekturJMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur

Arsitek, desainer interior, dan kontraktor merupakan bagian dari tenaga ahli konstruksi yang memegang peranan penting dalam pembangunan di Indonesia. Dalam proses mendesain, perancang harus mempertimbangkan berbagai jenis material bangunan dan beragam furnitur yang terus mengalami perkembangan pesat. Fasilitas Design District merupakan wadah bagi para pelaku industri konstruksi dalam memilih penggunaan material yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan preferensi. Indonesia Design District (IDD) adalah salah satu contoh perancangan pusat ekspo desain dan lifestyle terbesar di Indonesia dengan kawasan seluas 12,1 Hektar dengan pusat perbelanjaan yang menjadi destinasi utama dalam mencari inspirasi desain dan produk material berkualitas. Perancangan Borneo Design District merupakan strategi inovatif untuk merespons perubahan desain dan bentuk arsitektur, dengan fokus sebagai pusat material finishing dan home furnishing. Tujuannya adalah untuk menyatukan kebutuhan desain bangunan dalam satu area terintegrasi serta mendorong potensi material lokal di Kalimantan Barat. Adapun metode perancangan yang digunakan berupa metode 5 langkah R. Whittaker yang dimulai dari tahap pengenalan, tahap definisi, tahap persiapan, tahap analisis dan sintesis, dan tahap evaluasi. Hasil dari perancangan ini berupa produk desain bangunan Borneo Design District dengan menerapkan tema Mix-Use District melalui konsep pendekatan Arsitektur Kontemporer berupa desain berkelanjutan, penggunaan material inovatif, dan fokus terhadap user experience yang merupakan suatu pemecahan masalah dalam menarik minat pengunjung untuk berbelanja, berekreasi, hingga bekerja dan berkolaborasi.

Konsep perancangan bangunan mengikuti prinsip-prinsip pendekatan arsitektur kontemporer berupa desain berkelanjutan, penggunaan material yang inovatif, dan fokus terhadap user experience yang merupakan suatu pemecahan masalah dalam menarik minat pengunjung untuk berbelanja, berekreasi, hingga bekerja dan berkolaborasi.Perancangan kawasan ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui sinergi dengan UMKM lokal dalam bidang material dan produk arsitektur guna memperkuat ekonomi regional dan memperluas jaringan kolaborasi industri kreatif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan platform digital untuk mempromosikan Borneo Design District secara global, terutama melalui virtual tour atau augmented reality untuk memperluas aksesibilitas bagi pelaku industri konstruksi internasional. Selain itu, penelitian tentang integrasi teknologi hijau dalam desain bangunan dapat dieksplorasi lebih lanjut, seperti penggunaan bahan daur ulang atau sistem energi terbarukan untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan. Terakhir, studi tentang kolaborasi antara Borneo Design District dan komunitas UMKM lokal dapat diperluas, termasuk analisis dampak ekonomi jangka panjang dari penggunaan material lokal terhadap pertumbuhan industri kreatif di Kalimantan Barat.

Read online
File size1.71 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test