IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Journal of Economics, Law, and HumanitiesJournal of Economics, Law, and Humanities

Tradisi Bubakan merupakan salah satu prosesi adat dalam pernikahan masyarakat Jawa yang sarat simbol dan makna filosofis, terutama sebagai bentuk penyucian dan pembukaan jalan hidup bagi pengantin agar terhindar dari halangan serta memperoleh keberkahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dalam setiap elemen tradisi Bubakan serta memahami fungsinya dalam memperkuat nilai sosial, spiritual, dan budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif-etnografis. Data diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku tradisi, serta masyarakat yang terlibat dalam prosesi. Lokasi penelitian berada pada komunitas masyarakat Jawa yang masih melestarikan tradisi Bubakan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis dengan pola pikir induktif serta verifikasi temuan. Analisis dilakukan melalui perspektif antropologi Clifford Geertz, yang memandang budaya sebagai sistem makna yang diartikulasikan melalui simbol-simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur dalam tradisi Bubakan—seperti tumpeng, kain putih, sesaji, dan gerakan ritual—mengandung makna simbolik yang merepresentasikan doa restu, harapan kehidupan baru yang harmonis, kesucian niat, serta penguatan hubungan kekeluargaan. Tradisi ini juga mencerminkan filosofi budaya Jawa yang menekankan keseimbangan, keharmonisan, dan spiritualitas. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tradisi Bubakan tidak sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan representasi simbolik nilai kehidupan masyarakat Jawa yang tetap bertahan dan bermakna dalam praktik budaya kontemporer.

Tradisi Bubakan merupakan sistem kognitif, evaluatif, dan simbolik yang mencerminkan pengetahuan kolektif, nilai sosial, dan pesan moral.Tradisi ini berfungsi sebagai pedoman untuk harapan hidup baru dan keharmonisan, serta menggambarkan dua pola pemaknaan.satu sebagai ungkapan syukur dan warisan, serta yang lain sebagai representasi nilai budaya yang kaya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbedaan makna simbolik Bubakan di wilayah Jawa lainnya untuk memahami dinamika adaptasi budaya. Selain itu, studi tentang peran gender dalam ritual Bubakan dapat memberikan wawasan baru tentang struktur sosial dan nilai keagamaan. Terakhir, analisis semiotik terhadap simbol-simbol Bubakan dapat memperkaya pemahaman tentang interaksi antara tradisi lokal dan ajaran Islam dalam konteks modernisasi.

  1. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI). agama kebudayaan masyarakat perspektif clifford geertz jurnal... doi.org/10.22373/jsai.v2i1.1199Jurnal Sosiologi Agama Indonesia JSAI agama kebudayaan masyarakat perspektif clifford geertz jurnal doi 10 22373 jsai v2i1 1199
  2. Simbolisme Menurut Mircea Eliade | Weismann | Jurnal Jaffray. simbolisme mircea eliade weismann jurnal... ojs.sttjaffray.ac.id/index.php/JJV71/article/view/152Simbolisme Menurut Mircea Eliade Weismann Jurnal Jaffray simbolisme mircea eliade weismann jurnal ojs sttjaffray ac index php JJV71 article view 152
Read online
File size190.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test