IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Journal of Economics, Law, and HumanitiesJournal of Economics, Law, and Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Bankziska Lazismu dalam membangun loyalitas relawan, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi penerapan strategi tersebut, serta menelaah dampaknya terhadap loyalitas relawan. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena menunjukkan adanya kelompok individu yang bersedia berkontribusi tanpa imbalan finansial, namun tetap memiliki motivasi dan semangat pengabdian yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajer, staf, dan relawan Bankziska Lazismu, serta melalui studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan induktif guna menemukan pola strategis yang muncul secara empiris di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bankziska Lazismu menerapkan strategi berbasis kesejahteraan dan keterlibatan relawan. Hal ini tercermin dari pemberian insentif, program kesejahteraan, bingkisan, serta berbagai bentuk penghargaan lainnya. Selain itu, organisasi juga memperkuat loyalitas melalui komunikasi yang intensif, pelibatan relawan dalam kegiatan kelembagaan, serta penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas. Namun demikian, implementasi beberapa strategi tersebut belum sepenuhnya optimal, seperti kegiatan kebersamaan (family gathering), pelatihan berkelanjutan, dan penyediaan fasilitas pendukung. Dengan demikian, diperlukan optimalisasi pelaksanaan strategi agar dapat memperkuat loyalitas relawan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi Bankziska Lazismu dalam membangun loyalitas relawan berorientasi pada pendekatan kesejahteraan dan keterlibatan relawan.Strategi ini diwujudkan melalui pemberian insentif, program kesejahteraan, bingkisan, serta apresiasi lain yang menumbuhkan rasa dihargai dan juga memperkuat loyalitas relawan melalui komunikasi yang intensif, keterlibatan dalam berbagai kegiatan, serta pelatihan peningkatan kapasitas.Namun, beberapa aspek pelaksanaan strategi masih perlu dioptimalkan, seperti penyediaan fasilitas operasional, jaminan kesehatan, kegiatan kebersamaan, serta intensitas pelatihan.Temuan menarik dari penelitian ini adalah munculnya strategi profiling yang belum banyak dijelaskan dalam teori manajemen relawan, sementara teori Hubungan Industrial Pancasila (HIP) kurang relevan diterapkan pada konteks lembaga filantropi Islam seperti Bankziska.

Untuk meningkatkan loyalitas relawan, penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kegiatan kebersamaan (family gathering) terhadap keterlibatan emosional relawan. Selain itu, perlu dieksplorasi model pelatihan berkelanjutan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas relawan. Penelitian juga bisa fokus pada pengembangan sistem jaminan kesehatan dan fasilitas pendukung yang lebih komprehensif untuk memastikan kesejahteraan relawan. Studi banding dengan lembaga filantropi lain dapat memberikan wawasan baru tentang strategi manajemen relawan yang lebih inklusif. Terakhir, evaluasi kinerja relawan melalui indikator kuantitatif dan kualitatif dapat membantu mengukur keberhasilan strategi yang diterapkan.

  1. Al-Qarḍ al-Ḥasan Program of Bankziska: Zakat Fund-Based Empowerment Model for Victims of Loan Sharks... doi.org/10.31958/juris.v23i1.10799Al Qars al asan Program of Bankziska Zakat Fund Based Empowerment Model for Victims of Loan Sharks doi 10 31958 juris v23i1 10799
Read online
File size412.62 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test